Proyek Pasar Diduga Mendahului SPMK

Sukadana, JAPOS.CO – Laskar Anti Korupsi Kayong Utara menilai pekerjaan proyek pemasangan batu kali dan penimbunan tanah di lokasi komplek pasar Sukadana Kayong Utara Kalimantan Barat Jalan Batu Daya Dua Desa Sutra mendahului Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Pasalnya, dari data lelang di LPSE KabupatenKayongUtara.co.id, dua proyek itu ditayangkan oleh layanan pengadaan negara itu pada tanggal 2 Desember 2019, tetapi fakta lapangan, ke dua pekerjaan itu hampir selesai dikerjakan dan papan informasi kegiatan baru dipasang sekitar tanggal  14 Desember 2019.

Dari data LPSE itu, nampak jadwal penandatangan kontrak  tanggal 6 Desember s.d 13 Desember 2019. Namun dilokasi, LSM itu menemukan pekerjaan telah mendekati selesai, artinya mereka menduga ada permainan atau kongkalikong antara oknum Dinas Perdagangan dan UKM Kayong Utara dengan pihak kontraktor tertentu. “Dugaan kami mereka telah mengerjakan proyek itu mendahului SPMK,” tuding Astaniman dari LSM Laki Kayong Utara beberapa waktu lalu.

Dirinya menduga ada sebuah kesepakatan antara dinas terkait dengan oknum pelaksana. Sebab katanya, pelaksana tidak mungkin mau melaksanakan perkerjaan itu tanpa ada semacam petunjuk dari orang dalam. “Dugaan perbuatan ini tentu kemungkinan sengaja mereka lakukan karena mungkin mau mempercepat pekerjaan, namun idealnya jangan mendahului aturan dalam pengadaan barang dan jasa, tayang dulu di LPSE, tanda tangan kontrak baru kerja, itu prosedurnya,” terang Dani Jon dari Laki menambahkan.

Dituding pelaksanaan proyek mendahului kontrak, Kepala Bidang Perdagangan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Proyek melalui Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan, Aan Ekananto membantah dugaan itu.

Dipaparkanya bahwa mereka bekerja telah sesuai dengan aturan sebagaimana amanat undang-undang pengadaan barang dan jasa, namun lanjutnya dalam proyek katagori Penunjukan Langsung (PL),  bisa saja ditunjuk calon pelaksana untuk melaksanakan proyek itu.

“Karena ini sifatnya PL, bisa saja dikerjakan oleh sesorang yang dipandang memiliki kemampuan mengerjakan apalagi sekarang waktu pelaksanaan mepet dan harus segera diselesaikan. Kami tidak berani bekerja salahi aturan,” kata Aan.

Terkait dengan berita di Japos.co dengan judul Pembangunan Pasar Yang Dikelola Disperindagkop Terkesan Menghamburkan Duit Negara, Nopa Herpiana, S.Ip selaku PPK tidak bersedia menjelaskan proyek senilai Rp 3,4 miliar itu.

“Sekarang saya lagi fokus menyelesaikan proyek itu, saya tidak mau menanggapi soal itu. Dan saya pernah melihat abang (Japos.co) ke sini tetapi pada waktu itu abang tidak bertanya keruangan saya hanya bertanya ke kepala dinas, ” katanya.

“Kami akan pantau proyek itu, sebagaimana petunjuk pelaksananya akan kami bayar sesuai nilai kerja dan akan kami blacklist perusahaan itu kalo tidak selesai,” lanjutnya.(Jaydin)

 599 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *