Bakar Lahan, Kakek 89 Tahun Divonis 6 Bulan Penjara

Kuala Kapuas, JAPOS.CO – Terdakwa pembakar lahan, Layur Bin juri (89) divonis pidana penjara 6 (enam) bulan oleh  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, Senin (16/12).

Vonis terhadap warga RT 04 Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuliati, SH MH yang menuntut pidana penjara 1 (satu) tahun.

“Menyatakan terdakwa Layur bin Juri terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 188 KUHP sesuai dengan dakwaan ketiga. Menjatuhkan pidana penjara selama 6 Bulan, dipotong masa tahanan yang sudah dijalani. Dan membebankan biaya perkara sebesar Rp 5 ribu, kepada terdakwa,” ucap Ketua Majelis Hakim, Haga Santosa Lase, SH saat membacakan putusan.

Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa, Februasae Pungkal Nuas Kunum, SH ketika ditemui usai sidang,  menilai putusan cukup adil. Namun, dirinya juga menyatakan pikir-pikir karena pihak keluarga terdakwa menolak putusan tersebut.

“Dari pihak keluarga masih tidak terima, karena terdakwa sudah tua dan kurang pendengaran. Tapi, menurut saya sebagai pengacara, putusan tersebut sudah cukup adil, karena putusan 6 bulan. Dibandingkan dakwaan pertama, 3 tahun. Tapi setelah tuntutan 1 tahun, hakim malah memutus setengah dari tuntutan Jaksa. Ini menurut saya putusan yang arif. Memang dari pihak keluarga tidak menerima, tapi masih pikir-pikir dulu untuk memutuskan apakah banding atau bagaimana,“ ucap Pengacara dari  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mustika Bangsa itu.

Sebagaimana diketahui, kasus pembakaran lahan yang mendudukan Layur bin Juti sebagai terdakwa sempat viral media sosial. Karena petani tua yang sudah mulai pikun ini didakwa melanggar pasal 108 UU No.32 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH). Setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 69, ayat (1) huruf h, dipidana palingkat 3 (tiga) tahun, paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.(Mandau)

 1,591 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *