Camat Picung Soroti Kinerja Panitia Pilkades Desa Kolelet

Pandeglang, JAPOS.CO – Sebanyak 3290 warga Desa Kolelet Kecamatan Picung yang terdaftar di DPT berbondong – bondong datang ke TPS tempatnya di SDN Kolelet 3. Lebih dari 90 % warga menggunakan hak pilihnya untuk memilih kepala desa yang diinginkan. Acara pemilihan di mulai pukul 07.00 WIB namun hingga pukul 18.00 WIB, pencoblosan belum selesai padahal jadwal pencoblosan menurut teknis yang diadopsi dari Perbup yaitu pukul 14.00 WIB waktu selesai pemungutan suara di bilik suara.

Panjangnya waktu pencoblosan di bilik suara tentunya merubah situasi kondisi, baik para pemilih dan para calon itu sendiri, juga panitia sehingga nyaris terjadi kericuhan. Hal tersebut rupanya membuat A Fithoni Camat Picung menyoroti dan berbicara ekstrim terhadap kinerja panitia Pilkades, Desa Kolelet yang dianggap merasa pintar sendiri.

“Pertama memang kita sudah arahkan kepada panitia, tapi panitia berbicara soal Perbup, padahal menurut dari pada kita bersama Pemdes Kabupaten Pandeglang itu kita arahkan kartu undangan itu masuk kemudian di serahkan ke panitia, nanti panitia bisa mencocokan dengan daftar hak pilih tetap (DPT), sama halnya dengan di absen. Ini kan di absen masalahnya sehingga ini terkendala dengan pemilih perempuan. Jika ini sama dengan laki – laki maka tidak akan sampe jam sekarang. Tapi biarlah karena ini memang sudah ada kesepakatan dengan calon dan para saksim” pungkasnya.

”Bisa terjadi seperti ini kendalanya hanya soal administrasi saja, jadi ceritanya memang ada sebuah kekhawatiran dari panitia takut di persoalkan oleh calon, hanya karena memang ini apa panitianya juga, sebetulnya ini bukan tidak kompak ya, tapi kita bicara ekstrim ini ya panitianya merasa pinter sendiri,” ucapnya.

Namun dirinya berharap ini semua sesuai dengan amanat bupati bahwa pemilihan Pilkades harus dijaga. “Bagaimanapun ke lima calon ini bakal terpilih satu. Kita menitik beratkan kepada para calon dan saksi termasuk tim sukses agar pemilihan ini di jaga secara kondusif dan kalau melihat masyarakat ini insyaallah kondusif,” kata Fithoni pada japos.co, Minggu (15/12).

Irsan warga Kp. Kadu mula RT 05 Desa Kolelet pun berharap agar Pilkades ini aman. “Ingin secara damai – damai aja, yang diinginkan jangan terjadi salah paham, karena semua masih warga sini yang milih dan yang dipilih sama warga Desa Kolelet, ingin aman lah,” tuturnya. (Na2)

 585 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *