Balap Liar Marak Di Ketapang

Ketapang, JAPOS.CO – Meski berulangkali ditertibkan oleh Polisi, balap liar masih  terjadi di Kota Ketapang Kalimantan Barat. Pemandangan ini dapat dilihat pada sore dan malam hari di seputar jalan Merdeka, Soeprapto dan Jalan Lingkar Pawan Lima.

Mereka yang didominasi anak muda itu terlihat yakin mengendarai kendaraan tanpa pengaman (seperti, jaket dan sepatu pembalap), dengan kecepatan tinggi diiringin suara nyaring knalpot brong.

Selain membahayakan nyawa pembalap itu sendiri, adanya aksi balap liar ini telah membuat masyarakat Ketapang resah. Balap liar dinilai warga mempunyai dampak negative, seperti kemacetan, suara bising dan dapat membahayakan pengguna jalan raya lainnya.

Untuk mencegah terjadinya korban yang tidak diinginkan, Polres Ketapang belum lama ini melakukan penertiban dan rajia di titik-titik yang biasanya dilakukan aksi balapan liar. Alhasil, mereka yang terlibat balap liar lari kocar kacir dan polisi berhasil mengamankan 4 (empat) unit motor.

“Untuk kali ini kita rajia di Jalan Lingkar Pawan 5 (lima). Dari rajia tersebut, satuan lalu lintas Polres Ketapang dari Unit Patwal berghasil mengamankan 4 unit motor yang terindikasi dipergunakan balapan liar,” kata  Kasat Lantas Melalui Brigadir Angga Prayulingga, anggota unit Patwal Satlantas Polres Ketapang, Kamis, (12/12/19).

Untuk efek jera, mereka yang terlibat dikenakan sanksi hukum denda tilang sesuai  pasal 297 Jo 115 huruf  b, UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tentang mengemudikan kendaraan bermotor dengan berbalapan di jalan, dipidana kurungan 1 tahun atau denda maksimal Rp 3 juta.

“Tidak sebatas pidana kurungan atau denda, yang terlibat balap liar kendaraannya juga bisa di sita. Semuai ini untuk efek jera. Mereka yang terjaring  mendapatkan pengarahan dari Satlantas Polres Ketapang tentang pengetahuan berlalu lintas yang baik dan benar,” tambahnya.

Tokoh pemuda Ketapang Pandi Ismar mengapresiasi tindakan yang diambil oleh. Menurutnya, sudah sepantasnya mereka diberi sanksi sesuai peraturan yang ada.

“Balapan liar di jalan raya bukan prilaku terpuji. Tidak sebatas pembalap, juga  berbahaya terhadap pengendara lainnya,” ujarnya.

Meskipun demikian, Pandi berharap agar Pemda Ketapang memperhatikan para pemuda yang gemar olah raga eksrim ini mencarikan solusi bagaimana cara menyalurkan hoby dengan tidak mengenyampingkan keamanan publik.

“Mereka (pembalap) adalah asset. Jangan kecewakan mereka dan carikan solusi supaya hobby dan bakat mereka tersalurkan,” pungkasnya.(TM/Har)

 1,369 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *