LSM GMBI Soroti Rehab SDN 1 Tambak Rejo Pasuruan

Pasuruan, JAPOS.CO -Lembaga  Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI), Budianto , menyoroti  proyek pembangunan sekolah SDN Tembok Rejo 1 Kota Pasuruan yang menggunakan anggaran bantuan rehabilitasi sekolah dari kementrian Pendidikan dan kebudayaan.

Budianto menilai, proyek yang bersumber dari APBN tahun 2019 dengan total nilai Rp.156.376.600 disalurkan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK)  dalam bentuk swakelola, ditengarai tidak dikerjakan sesuai petunjuk teknis.

“Dari hasil penelusuran kami di SDN Tembok rejo 1 Kota Pasuruan sekolah diduga tidak dikerjakan sesuai petunjuk teknis. Dan untuk material genteng  murni menggunakan genteng bekas dan material kayu juga mayoritas menggunakan kayu bekas yang kualitasnya sangat di ragukan, akibatnya berdampak pada mutu dan kualitas pekerjaan, sehingga dapat menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara,” ungkap Budi, Rabu (11/12).

Menurut Budianto, semestinya pihak sekolah selaku penerima bantuan bertanggung jawab sepenuhnya atas dana itu karena sifatnya swakelola.

Terkait hal tersebut, Japos.co mengkonfirmasi pihak SDN Tembok Rejo 1 Kota Pasuruan, ditemui Suryanto selaku Ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) menyampaikan bahwa Kepala sekolah sekarang sedang dinas luar.

“Sebenarnya saya guru kelas 6, kebetulan saya diberi tugas tambahan menjadi P2S, tetapi saya tidak tau apa-apa mas apalagi tentang bangunan, gambare saja saya tidak tahu dan bukan porsi saya, mending besok saja anda balik lagi nemui Bu Murtiningsih kepala sekolah, “ujarnya.

Di tempat terpisah Kabid Dikdas Kota Pasuruan, Dra Endang Nurmiyati, MM mengatakan pihaknya masih belum mengetahui terkait Pembangunan Sekolah SDN Tembok Rejo 1 kota Pasuruan.

“Kami hanya memfasilitasi, sepenuhnya ada di kepala sekolah selanjutnya kepala sekolah membentuk P2S dan di kerjakan oleh pelaksana teknis yang di tunjuk oleh kepala sekolah, ” ungkapnya.

“Secara periodik kami meminta progres secara berkala kepada pihak sekolah, dan terkait material yang di gunakan sebagian besar menggunakan barang bekas pihaknya akan mengecek langsung ke SDN Tembok Rejo 1 Kota Pasuruan, “pungkasnya.(sp/wio)

 416 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *