Pembangunan Pasar yang Dikelola Disperindag Terkesan Menghamburkan Duit Negara

Sukadana, JAPOS.CO – Banyaknya proyek pembangunan pasar serta perbaikan pasar dan proyek DED yang dikelola dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kayong Utara hingga kini tidak berfungsi, menjadi sorotan tajam dari DPRD. Pasalnya, kegiatan tersebut terkesan menyia-nyiakan keuangan negara sementara manfaat bangunan atau perencanaan yang yang mereka lakukan tidak tercapai.

Proyek terbaru ditahun 2019 ini, dinas Perdagangan dan Koperasi Kayong Utara menganggarkan 2 proyek yang nilainya diatas 1 milyar. Diantaranya proyek revitalisasi Pasar Rakyat Sukadana senilai, 1.3 milyar, proyek pembangunan pasar, 3.5 milyar serta proyek sejenis yang dibawah nilai 200 juta bersebaran didinas itu, belum lagi proyek DED yang terkesan akal-akalan serta minim manfaat bagi masyarakat.

Salah satu proyek yang menjadi atensi dewan diantaranya proyek pembangunan pasar Sukadana yang dikerjakan oleh CV. Sukses Rabika menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2019 senilai 3.4 Milyar. Pasar yang direncanakan untuk merelokasi pedagang yang berada di simpang empat terletak di Jalan Batu Daya Dua Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, hingga sekarang masih dikerjakan oleh para tukang.

Dalam penelusuran dilokasi pekerjaan, sampai mendekati waktu habis kontrak, kondisi pisik bangunan pasar itu hanya berupa rangka semen, sementara belum terlihat atap ataupun lantai bangunan itu selesai. Sedianya, proyek itu selesai tanggal 22 Desember 2019.

“Jangan lagi dinas Perdagangan taunya bangun-bangun saja, sementara habis bangun, sepi pula pasar itu, jadi kandang kambing atau tempat mesum remaja. Rencanakan pembangunan itu dengan baik disertai aksi nyata agar pedagang yang berjualan bisa dan mau berjualan dipasar yang telah dibangun, ” kata Yulisman Anggota DPRD Komisi II.

“Libatkan OPD terkait guna relokasi pedagang jika perlu. Masih banyak yang lebih diutamakan daripada bangun pasar tapi tak berguna, ” lanjutnya.

“Kita minta bupati evaluasi OPD seperti itu, mari kita berhemat dengan menggunakan duit negara seefektif mungkin. Jika OPD tidak berkualitas, sebaiknya dilakukan evaluasi untuk perbaikan,” tegas Yulisman.

Diantara proyek pasar yang dibangun tapi tidak berguna yaitu, pasar di Kecamatan Simpang Hilir, pasar rakyat Sukadana, pasar Telok Batang dan pasar KTM Kecamatan Seponti dan kini membangun lagi pasar, padahal semuanya tidak ada aktivitas transaksi jual beli.

Menurut beberapa pedagang yang berjualan di pasar Melano misalnya, enggan menempati lapak-lapak yang ada dipasar melano, mereka lebih memilih pasar yang sudah ada.

“Mana bisa kami berjualan dipasar itu bang, mana ada pembeli yang mau belanja, lagipun masyarakat belum terbiasa dengan pasar itu”ujar salah seorang pedagang di pasar melano, ” jelas salah satu pedagang.

Hingga berita ini diturunkan Dinas Perdagangan Kayong Utara belum dapat dikonfirmasi, pasalnya tidak satupun ASN disana yang bersedia memberikan keterangan soal proyek pasar. Hanya mengarahkan kepada PPK-nya.

Sementara hingga saat ini PPK proyek pasar sulit dihubungi dengan alasan tidak berada ditempat karena sedang melakukan perjalanan dinas. Beberapa kali Japos.co mencoba mengkonfirmasi, namun PPK nya sering perjalanan dinas ke Pontianak. Hanya diketahui nama PPK proyek itu, Nopa Handayani.(jaydin)

 1,418 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *