Sidang Lapangan, Gugatan Samin Terhadap Poniyem dan Jumadi, Ukuran Objek Sengketa Berbeda dengan Gugatan

Pekanbaru, JAPOS.CO – Setelah beberapa kali persidangan atas gugatan Samin terhadap kedua kakak kandungnya, mulai memasuki tahap Sidang Lapangan, Rabu (11/12).

Sidang lapangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, hakim anggota, panitera dan dihadiri oleh kedua belah pihak yang bersengketa didampingi kuasa hukum dari kedua belah pihak yang bersengketa.

Berawal September 2019 lalu, Poniyem alias Supik (56) dan Jumadi (53), kakak beradik ini digugat ke PN Pekanbaru oleh adik bungsu mereka bernama Samin  seorang pegawai PNS atas tuduhan penyorobotan sebidang tanah dan bangunan yang berlokasi di persimpangan Jln Kereta Api dan Jl Cendrawasih, Pekanbaru.

Poniyem menceritakan bahwa pihak dari keluarga juga pihak RT/RW setempat mengetahui bahwa tanah dan bangunan itu adalah miliknya dan Jumadi. Poniyem juga telah menunjukkan surat keterangan kepemilikan tanah tersebut dan ia menjelaskan  bahwa luas tanah miliknya itu seluas  20,35m2 ( 5,5mX3,7m ), ia juga memiliki SKPT tahun 1972 atas tanah tersebut.

“Tanah dan warung itu pembagian warisan dari orang tua kami. Kami dipaksa Samin menjual kepadanya, tapi kami tegaskan bahwa kami tidak akan menjualnya, itu yang membuatnya marah. Karena hal itu Samin menggugat kami ke pengadilan atas tuduhan telah menyerobot dan tuduhan memperkaya diri sendiri atas tanah tersebut, padahal tanah dan warung itu adalah hak kami, ” ungkap Poniyem.

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum tergugat 1 dan 2, Daud Pasaribu, SH di damping Bagan Sinaga, SH saat sidang lapangan kepada Japos.co mengatakan telah dilakukan pengukuran objek sengketa oleh kuasa hukum pihak Samin, Joki Mardison, SH, namun faktanya ukuran objek sengketa berbeda dengan gugatan.

“Ukuran objek sengketa berbeda dengan gugatan. Hal ini akan berhubungan dengan kaburnya gugatan dan petitum yang tidak singkron dengan fakta,” tegas Daud.

Tergugat 1 dan 2 mengatakan bahwa objek berada di Jl Kereta Api bukan Jl Cendrawasih 59 dan Kios tersebut saat ini dikuasai oleh mereka dan sedang disewakan.

Poniyem berharap pada persidangan selanjutnya, pihak Majelis Hakim dapat melihat fakta yang ada dan diperlakukan seadil-adilnya.(TIM)

 

 

 

 411 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *