Pekerjaan Penyediaan PSU Kawasan Permukiman Muaro Sijunjuang Diduga Asal Jadi

Sijunjung, JAPOS.CO – Meskipun kerja dikebut tapi tidak memikirkan mutu, itulah yang terjadi pada pekerjaan proyek rigit beton di kawasan perumahan Ipuah ke-Nagarian Muaro Kabupaten Sijunjuang Sumatera Barat, yang terkesan asal-asalan dan juga ada indikasi kurangnya kepengawasan.

Pekerjaan proyek rigit beton yang menelan dana APBD senilai Rp 724.465.513.31, di bawah kepengawasan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Sebagai kontraktor pelaksana CV ARG Cahaya Nusantara dengan nomor kontrak 07.72/APBD/AP-SJJ/2019, tanggal kontrak 4 September 2019.

Kegiatan perumahan dan permukiman tahun anggaran 2019 ini adalah pekerjaan penyediaan PSU kawasan perumahan Muaro dengan waktu pelaksanaan 110 hari kalender, sesuai dengan papan informasi proyek yang ditemui di lokasi, namun hanya nama konsultan pengawas tidak ada tertera.

Investigasi dan temuan japos.co dilapangan, diduga pekerjaan penyediaan PSU kawasan pemukiman Muaro ini tidak mengacu kepada kontruksi dan terkesan asal jadi, karena ada di beberapa titik rigit betonnya sudah mulai berderai dan hancur.

Kabid perumahan Kabupaten Sijunjuang Yasman yang dihubungi via phonsel, Senen (10/12) mengatakan bahwa pekerjaan tersebut belum selesai dan belum serah terima. “Pekerjaannya kan belum selesai dan juga belum serah terima, karena waktu proses pengerjaan masih lama,” singkat Yasman.

Terpisah, Ringga selaku pengawas dari Dinas Perumahan saat dikonfirmasi membenarkan tentang pekerjaan rigit beton di lokasi perumahan Ipuah Nagari Muaro. “Ada beberapa titik yang sudah mulai rusak, tapi itu bukan lah kesalahan kontraktor pak, itu murni kesalahan warga, sewaktu jalan siap di rigit sudah dilewati motor dan mobil, padahal belum layak jalan rigit beton itu untuk di tempuh,” ujarnya.

“Dokumen fotonya ada sama saya sebagai bukti, malahan pernah kami pasang rambu-rambu untuk sementara agar tidak dilewati dulu, tapi malahan dibuka sama warga, boleh juga bapak tanya sama warga komplek Ipuah kebenarannya, warga perumahan Ipuah itu banyak orang dinas di masing-masing SKPD yang tinggal di sana pak,” kilah Ringga.

Andar Situmorang, SH MH selaku Direktur Government Agains Corruption Discrimination (GACD) ketika dimintai tanggapannya tentang pengerjaan proyek ringit beton tersebut mengatakan bahwa kalau benar pengerjaan tersebut tidak tepat sasaran, sebaiknya pihak hukum harus segera mengusut, kenapa pengerjaan tersebut sudah hancur dan berlubang lubang.

“Ini bukti lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait, apa mereka tidak melakukan pengawasan terhadap pengerjaan tersebut. Harusnya Kabid Perumahan Yasman perlu dipertanyakan kinerjanya, bukannya menjawab pekerjaan itu masih lama, ini bukan soal lama dan cepatnya suatu pekerjaan, tapi yang dibutuhkan kualitas dari suatu pekerjaan tersebut,” imbuh Andar.

Andar pun meminta agar masyarakat, baik media dan LSM mengawal setiap pekerjaan yang memakai uang rakyat tersebut. “Apabila ada temuan dengan ketidak beresan suatu pekerjaan, laporkan saja ke pihak hukum,” pungkas Andar.(Dms/Arp)

 1,104 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *