Diduga Salah Bestek, Konsultan Beriteguran

Maros. JAPOS.CO  – Proyek pembangunan balai instalasi pembibitan hijauan pakan ternak di Desa Bonto Matinggi Kecamatan Tompo Bulu Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan dianggap gagal dalam melaksanakan pekerjaan.

Diketahui proyek pembangunan instalasi pembibitan hijauan pakan ternak bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan nilai kontrak Rp. 605 juta dengan nomor kontrak, 25/BM/DISPERTAN – PET/DAK/Vll/2019. Mulai dikerjakan pada tanggal 19 Juli s.d 15 November 2019 yang dikerjakan oleh CV Ayma Jaya.

Menurut Konsultan Pengawas Andi Mahyuddin bahwa sejak awal pekerjaan, dirinya sudah menegur hasil pekerjaan karena tiang penyangga bangunan tidak sesaui dengan RAB.

“Saya sudah tegur karena  penyangga tiang bangunan memakai besi ulir. Dengan teguran itu, pihak CV Ayma Jaya merubah sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kedua, saat pemasangan seng spandek seharusnya menggunakan seng spandek yang berwarna dengan ukuran ditentukan spesifikasi dalam RAB, namun yang dipasang spandek yang biasa saja dan diduga menyalahi spesifikasi,” pungkasnya, Senin (9/12).

“Mengacu pada waktu yang telah ditentukan dalam kontrak ini, sudah lewat waktu pelaksanaan, oleh karena itu pihak terkait akan memberikan sanksi denda pada pihak CV Ayma Jaya atas keterlambatan progres pekerjaan. Diperkirakan sanksi denda yang kurang lebih Rp 20 juta,” tambahnya.

“Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh rekanan (kontraktor) agar dapat bekerja secara profesional guna meningkatkan kualitas kemampuan bekerja pada tiap proyek yang dikerjakan, agar tidak mendapatkan sanksi yang diatur oleh UU No 2 Tahun 2017, bila tidak, berdasarkan pasal 95, penyedia jasa dapat dikenakan sanksi administratif mulai dari peringatan tertulis, denda administratif, penghentian sementara konstruksi, hingga pembekuan izin,” tutup Andi.(Kim)

 560 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *