Beras Organik Kayong Utara Tembus Pasar Nasional

Tanjung Satai, JAPOS.CO – Keberhasilan salah satu Kelompok Tani binaan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kayong Utara yakni Kelompok Tani Gampang Mulia, desa Tanjung Satai Kecamatan Pulau Maya memproduksi beras organik sehingga menjadi produk diminati dan dicari masyarakat bakal terus dikembangkan. Sebab, peminat beras dari padi yang ditanam tanpa pupuk dan pestisida (racun kimiawi) ini dirasakan cukup besar serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Ketika mengikuti pameran serta melounching beras organik beberapa waktu lalu, beras organik itu mendapat sambutan dan permintaan yang tinggi dari pengunjung.

Sementara di pasaran lokal, penyuka beras organik juga terbilang banyak, namun sangat disayangkan ketersediannya masih sangat terbatas sehingga dinas pertanian perlu menggenjot kuantitas pertanian organik.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutan Kayong Utara, Wahono soal produksi dan manfaat mengkonsumsi produk beras organik itu.

“Proses budidaya beras organik dilakukan dengan menggunakn pupuk organik seperti kompos, pupuk hijau maupun pupuk hayati. Untuk pemberantasan hama, petani diarahkan untuk menggunakan pestisida alami yang berasal dari daun-daunan atau buah-buahan yang difermentasi secara alami. Dari proses ini, dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan,” jelasnya.

Wahono menambahkan dari segi manfaat, dengan mengkonsumsi beras organik akan mengurangi kadar urea dalam darah yang selama ini telah menumpuk dalam darah karena kebiasaan mengkonsumsi beras yang dipupuk dengan urea dapat pula mengurangi kadar logam berat dalam darah karena penggunaan insektisida kimiawi.

Lanjutnya, beras organik memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik konsumsi terutama untuk orang penderita penyakit diabetes. Sementara untuk program diet, sangat baik sekali dianjurkan memakan beras ini, dapat mencegah kanker, serangan jantung, asam urat darah tinggi dan vertigo.

“Untuk itulah, tahun depan memasuki masa tanam kami mengarahkan kepada para petani untuk menanam padi jenis ini. Untuk sementara waktu, kita masih fokus pada satu wilayah kecamatan yakni kecamatan Pulau Maya terutama desa Tanjung Satai. Dan akan diupayakan agar masyarakat petani di Kecamatan Kepulauan, desa Dusun Besar dan desa Dusun Kecil juga melakukan hal serupa. Petugas PPL kami akan melakukan pendampingan bagi petani-petani yang menanam padi jenis itu, ” tutupnya.(jaydin)

 

 

 

 525 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *