Kontraktor Bekerja Modal Termin, Dermaga Bakal Tak Selesai

Teluk Batang, JAPOS.CO – Pekerjaan proyek pemeliharaan dermaga Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara diprediksi tidak selesai tepat waktu. Penyebabnya tidak lain karena kemampuan kontraktor untuk menyelesaikan proyek tersebut diduga tidak cukup. Pasalnya, pemborong proyek itu hanya bermodalkan uang muka (termin) untuk melaksanakan pekerjaan pemeliharaan dermaga penghubung ke Pontianak.

Sebagai dermaga satu-satunya, masyarakat berharap agar proyek itu bisa diselesaikan cepat dan tepat waktu, sebab dermaga tersebut adalah akses satu-satunya masyarakat yang hendak bepergian ke Pontianak menggunakan kapal ASDP yang membawa kendaraan terutama mobil atau kendaraan bermotor.

Proyek yang dikerjakan CV Transforma Jaya Konstruksi senilai Rp 2,4 miliar itu, dari aktivitas lapangan tak terlihat adanya kegiatan pekerjaan. Hanya nampak tumpukan pasir, semen, besi serta satu unit alat berat sejenis crane. Segala material itu berada dilokasi proyek yang ditutupi dengan pagar seng berwarna biru.

“Sejak kontraktor itu memagar keliling pintu masuk dermaga, angkutan kapal ASDP berhenti. Kamipun heran, kenapa lama sekali pekerjaan itu baru selesai,” kata salah satu warga yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek di pelabuhan Teluk Batang.

Terhitung kontrak pekerjaan dimulai tanggal 18 Oktober hingga mendekati masa berakhir tanggal 22 Desember ini, belum nampak pekerjaan yang sesuai dengan kontrak pekerjaan dilakukan kontraktor itu selesai. Menurut info, kontraktor itu hanya kemungkinan mampu menyediakan material, itupun membelinya diduga setelah pencairan uang muka.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Saharudin mengatakan bahwa pihaknya juga merasa khawatir proyek itu tidak selesai dikerjakan sehingga dana proyek itu harus dikembalikan ke negara. Pihaknya tetap memantau perkembangan pekerjaan itu dan menekankan untuk diselesaikan sebelum masa kontrak berakhir. Ketika disinggung soal minimnya progres pekerjaan dia mengatakan masih dalam masa kontrak. “Itu masih masa kontrak, untuk menjawab atau tidaknya mungkin yang lebih tepat menjawabnya pihak kontraktor,” kata Saharudin.

Disinggung soal adanya dugaan permainan yang bepotensi merugikan keuangan negara pada proyek-proyek dibawah kendalinya selaku PPK, dia dengan lugas mengatakan bahwa dirinya sudah berkehidupan cukup. “Secara materi kehidupan pribadi saya sudah cukup, saya punya usaha yang melebihi penghasilan saya sebagai ASN. Jadi mana mungkin lagi saya mau berlaku merugikan keuangan negara,” katanya bercerita.

“Jadi PPK ini karena jabatan saja, kebetulan kegiatan proyek berada di bidang saya. Walau orang tua saya dulunya kurang berkecukupan. Alhamdulillah sekarang kami sekeluarga sudah lebih dari cukup,” lanjutnya. (Jaydin)

 1,169 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *