Pengawasan Kadis Pendidikan Lemah, Diduga Biaya Perjalanan Guru dan Staf Gunakan Dana Hasil Sewa Kantin 

Surabaya, JAPOS.CO – Dinas Pendidikan membawahi Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di wilayah Kota Surabaya.

Dalam sebuah sekolah terdapat aset pemerintah didalamnya berupa wujud bangunan seperti kantin yang dapat di kelola dan mendapatkan sumber pendapatan apabila tepat sasaran dalam mekanismenya namun jika tanpa pengawasan dari kepala dinas pendidikan sangat rentan disalahgunakan oleh oknum pengelola.

Terkait hasil pendapatan berpotensi kurangnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) sementara dari beberapa sumber yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa pada sekolah terdapat penggunaan aset sekolah dalam bentuk bangunan kantin oleh pihak lain, baik dengan membayar sewa, kerjasama/bagi hasil, maupun tanpa membayar sewa.

Kantin tersebut ada yang dibangun sendiri oleh pengguna dan ada juga yang menggunakan bangunan milik sekolah. Besarnya nilai sewa/iuran kantin berbeda-beda setiap sekolah, bisa yang dipungut harian, bulanan atau tahunan. Rincian daftar penggunaan kantin sekolah beserta potensi nilai sewanya beraneka ragam tergantung kemauan bukan dari kondisi dan situasi.

Keterangan yang didapat dari salah satu pedagang kepada Japos.co menujukkan angka fantastis di luar kemampuan pengelola kantin atau pedagang bahkan beberapa mengeluh dengan naik turunya pendapatan akan tetapi restribusi meningkat, bahkan menunjukkan beberapa disalahgunakan dengan sengaja membuat program kantin sekolah yang dikelola oleh pegawai sebagai koordinator kantin yang ditunjuk dengan SK Kepala Sekolah.

Seperti terjadi pada salah satu sekolah SMPN wilayah Surabaya Timur,kegiatan tersebut antara lain adalah mengelola 11 kantin di lingkungan sekolah untuk melayani kebutuhan para siswa. Kantin tersebut disewakan ke perorangan dengan jangka waktu 2 tahunan dengan nilai sewa sebesar Rp.15.000.000,00/dua tahun atau total untuk 11 kantin adalah sebesar Rp.165.00.000,00/dua tahun.

Disamping biaya sewa, pengguna juga membayar iuran pemeliharaan sebesar Rp.25.000/minggu untuk membiayai perbaikan sarana kantin yang rusak. Menurut Laporan Program Kantin Sekolah yang dibuat koordinator untuk periode 2016-2018 dan periode 2018-2019 diduga telah diterima sewa kantin senilai total Rp.330.000.000,00. Penerimaan tersebut telah digunakan seluruhnya untuk membiayai renovasi kantin sebesar Rp.72.000.000,00 dan sisanya digunakan untuk biaya perjalanan para guru dan staf sekolah ke luar kota dan luar negeri sebesar Rp.258.000.000,00.

Sementara mennaggapi prihal tersebut ke salah satu aktivis penggiat penyorot Anggaran pemerintah Lsm “WAR” ( Wadah Aspirasi Rakyat ) Drs ZainaL Abidin ST kepada Japos.co mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak sesuai ketentuan yang berlaku bahkan abaikan Permendagri No.19 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Hal tersebut diatur

1) Pasal 112 ayat (1)
yang menyatakan bahwa penyewaan barang milik daerah dilakukan dengan tujuan:
(b) memperoleh fasilitas yang diperlukan dalam rangka menunjang tugas dan fungsi Pengguna Barang; dan/atau
(c) mencegah penggunaan barang milik daerah oleh pihak lain secara tidak sah;

2) Pasal 113 ayat (1) yang menyatakan bahwa barang milik daerah yang dapat disewa berupa: (b) sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna Barang, dan ayat (3) Sewa barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dan huruf c dilaksanakan oleh Pengguna Barang setelah mendapat persetujuan dari Pengelola Barang;

3) Pasal 130 ayat (1) yang menyatakan bahwa hasil sewa barang milik daerah merupakan penerimaan daerah dan seluruhnya wajib disetorkan ke rekening Kas Umum Daerah;

Kondisi ketidaktertiban mekanisme abaikan ketentuan rentan disalahgunakan atau kategori penyalahgunaan jabatan oleh oknum akibat lemahnya Pengawasan Kepala Dinas pendidikan kota Surabaya dalam mengendalikan kegiatan dalam lingkup sekolahan seharusnya tindak tegas proses sesuai ketentuan minimal efek jera bukan malah tutup mata dan lakukan pembiaran agar dapat mengulang kembali aktivitasnya di tahun berikutnya.(junn)

 1,176 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *