Kejati Kalteng : Peningkatan Jalan Pulau Kupang-Jangkit Senilai 3,8 M Sesuai Spek

Palangka Raya, JAPOS.CO – Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Tengah (Kalteng)  memastikan pekerjaan peningkatan jalan Kupang-Jangkit panjang 1.875 meter, yang dikerjakan oleh PT Afiat Mitra Sejahtera Pusat Buntok menelan dana Rp 3.898.002.000, bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas 2019, telah memenuhi spesifikasi teknis.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Kalteng, Adi Santoso melalui surat nomor : B-2898/O.2.5/Fs.1/11/2019 tanggal 4 Nopember 2019, perihal : tanggapan/penjelasan. Menanggapi atas surat Jaya Pos nomor : 076/HJP-KT/X/2019 tanggal 31 Oktober 2019, perihal : dugaan korupsi proyek senilai Rp 3,8 M di Kapuas, yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng.

Dalam surat tersebut, Adi Santoso memaparkan bahwa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah telah melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan Pulau Kupang-Jangkit tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap 13 orang yang dimintai keterangan, didukung dengan oleh surat-surat serta hasil pemeriksaan lapangan diperoleh fakta-fakta bahwa pekerjaan dilaksanakan berdasakan  spesifikasi teknis, berdasarkan  kontrak, nomor : 056/260/KTRK-BM/DAU/IV/PUPRPKP tanggal 18 April 2018.

Menurut Adi Santoso, pekerjaan peningkatan jalan Kupang-Jangkit tersebut adalah pekerjaan lanjutan tahun 2018. Dimana dalam pemerikasaan diketahui dalam pelaksanaan kontrak, diketemukan kondisi real eksisting dilapangan, di beberapa titik rencana penanganan permukaan badan jalan masih rendah. Karena tergenang air apabila sedang terjadi air pasang atau hujan deras, sehingga memerlukan penambahan volume timbunan pilihan pada titik-titik tersebut. Sehingga rencana awal perlu ditinjau ulang guna menyesuaikan kondisi lapangan dan mencapai target panjang penanganan.

Oleh karena itu, dirinya memaparkan, untuk menyesuaikan dengan kondisi di lapangan selanjutkan dilakukan addendum kontrak (tambah kurang) pada tanggal 4 September 2018, sehingga item-item pekerjaan berubah. Seperti panjang dari 1.875 meter berobah menjadi 1.936 meter, timbunan tanah pilihan dari 4.485,63 m3 menjadi 12.068 m3, penyiapan badan jalan dari 11.725 m2 menjadi 12.068 m2, geotextil separator kelas 2 dari 10.050 m2 menjadi 10.344 m2, lapisan pondasi tanpa penutup aspal dari 1.281,25 m3 menjadi 1.395,75 m3 dan konstruksi lapis lataston lapis pondasi (HRS-Base) Gradasi senjang/semi senjang berobah menjadi Lapis pondasi tanpa penutup Asal (LPC serta pekerjaan aspal dihilangkan, karena ada penambahan panjang pekerjaan dari 1.875 meter menjadi 1936 meter.

“Jadi tidak benar kalau panjangnya 4 km, dan pekerjaannya sudah sesuai spek,” ucap Kasidik Rahmat Isnaini usai membacakan  surat tersebut saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (20/11).

Sebagaimana diberitakan japos.co sebelumnya yang berjudul “Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Senilai 3,8 M Di Kapuas Dipertanyakan di  https://www.japos.co/2018/11/26/diduga-tak-sesuai-spek-proyek-senilai-38-m-di-kapuas-dipertanyakan/ bahwa peningkatan jalan dan jembatan dari Pulau Kupang menuju  Jajangkit, di Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah yang menelan dana sebesar Rp 3,8 miliar.

Berdasarkan pengamatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Kabupaten Kapuas, dikerjakan oleh kontrator pelaksana PT Afiat Mitra Sejahtera Pusat Buntok.

Sebab menurut Suriyadi, konstruksi geotextile dan timbunan tanah pilihan atau laterit serta timbunan base crouse pada pekerjaan peningkatan jalan tersebut sepanjang 1.950 meter dinilai tidak sesuai standar spesifikasi teknis. Karena Base crouse yang digunakan secara kasat mata menurutnya tidak berkualitas dan sangat  rapuh serta tidak dapat diklasifikasikan sebagai timbunan lapisan pondasi agregat kelas C (LPC) maupun lapisan pondasi agregat kelas B (LPB).

“Itu yang kita pertanyakan, apakah pengerjaan proyek itu sesuai spek atau tidak,  ternyata pihak Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas sampai saat ini tidak bisa menjelaskan tinggi timbunan laterit berapa, base crouse berapa, karena kalau kami lihat tipis,“ ucap Suriyadi.

Selain itu, dirinya menyebutkan, nilai kontrak sebesar Rp 3,8 miliar yang dianggarkan untuk pembangunan jalan  tersebut dengan  konstruksi seperti itu sangat besar dan tidak sesuai, karena jalan yang dibangun tersebut hanya sepanjang 1.950 meter.

“Menurut mereka dari PU, peningkan jalan tersebut panjangnya 1.950. Itu kata mereka, tapi menurut saya tidak sampai, karena kalau dilihat dari ujung ke ujung kelihatannya sangat dekat. Karena kalau jarak 2 km panjang sekali,” ujar Suriyadi.

“Selain itu, menurut keterangan yang kami peroleh dari beberapa staf  Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kapuas, berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya dan penyidik dari Kajati Kalteng bahwa proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai kontrak dan berdasarkan perhitungan mereka mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2 miliar. Sebab proyek peningkatan jalan dan jembatan dari Pulau Kupang menuju Jajangkit tersebut yang seharusnya dikerjakan sepanjang 4 km,  dikerjakan hanya 2 km dan timbunan jalan tersebut yang seharusnya menggunakan base B, dikerjakan menggunakan basecourse,” pungkasnya.

Bahkan pada saat japos.co melakukan pengecekan di lapangan beberapa waktu lalu, ditemukan ada pekerjaan baru berupa timbunan sepanjang 100 meter dan pemasangan geotekstil dan cerucuk oprit jembatan boxculvert. (Mandau)

 1,069 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *