Sidang M Mahdi Alatas Diduga Gelapkan Dana Haji Batal Digelar, Humas PN Jaktim: Jaksa dan Terdakwa Tidak Hadir

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang kasus dugaan penipuan dana haji dengan kerugian 1.4 Milyar  yang melibatkan Muhammad Mahdi Alatas di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang sebelumnya dijadwalkan Senin (25/11) batal digelar.

Ahmad Haidar selaku korban merasa kecewa karena sidang yang sudah ditunggu sejak pagi tidak kunjung digelar.

Kepada media, Haidar yang merasa bahwa sidang tersebut tidak jadi atau ditunda mempertanyakan keseriusan PN Jaktim dalam menangani kasus dugaan penipuan tersebut.

“Ini enggak ada sidangnya, ini sama kasusnya seperti Firtst Travel, jadi jangan pandang bulu,” ucapnya.

Haidar menceritakan bahwa awalnya, terdakwa menitipkan untuk memberangkatkan sebanyak 18 orang jamaah haji. Namun hingga saat ini baru dilakukan pembayaran untuk 12 jamaah haji.

“Semua jamaah dia kita berangkatkan kok, tapi hingga kini 6 orang belum dibayarkan. Padahal 6 orang tersebut mengaku sama saya sudah bayar melalui Mahdi,” ungkapnya.

Sebelum akhirnya melaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ) dan tercatat dengan nomor TBL/91/I/2019 /PMJ/Dit.Reskrimsus, menurut Haidar, pihaknya sempat menunggu hingga 2 tahun untuk dilakukan pembayaran kekurangan sebesar Rp 1,4 Miliar.

Hal lain yang membuat Haidar kecewa atas perilaku yang diterima oleh terdakwa meski berkas perkara sudah dinyatakan lengkap atau P21 di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sejak Jumat 1 November 2019 lalu, namun terdakwa tidak ditahan.

“Dia loh pelakunya, surat penetapan tersangkanya jelas dan itu jadi bukti kuat. Kenapa bisa sampai berkeliaran,” tandasnya.

Menanggapi kekecewaan pelapor atas tidak digelarnya sidang kasus penipuan dengan kerugian 1.4 Milyar, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Dr. Syafrudin Ainor, SH. MH mengatakan bahwa terdakwa Muhammad Mahdi Alatas tidak hadir di PN Timur.

Bukan hanya terdakwa, menurut Ainor, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga tidak hadir, hingga akhirnya sidang tersebut diundur pada Senin 2 Desember 2019 mendatang.

“Ya karena baik jaksa maupun terdakwa tidak hadir dan tidak ada pemberitahuan bahwa terdakwa dan jaksa hadir, diundur (sidang) hari senin, 2 Desember 2019,” jawab Ainor melalui pesan singkat WhatsApp, kepada wartawan.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaktim, diketahui Muhammad Mahdi Alatas ditetapkan sebagai terdakwa dengan dugaan melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP.(Red)

 214 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *