Fachrori Apresiasi Semangat Dewan Pertajam Program Pembangunan

Jambi, JAPOS.CO – Saya sangat mengapresiasi semangat Dewan untuk mempertajam program pembangunan Provinsi Jambi. Hal itu dikemukakan Gubernur Jambi, Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi dalam rangka penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2020, penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Ranperda Provinsi Jambi tentang Inovasi Daerah dan pengambilan kDewan terhadap Ranperda ABPD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2020, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Provinsi Jambi, Jumat (22/11) siang.

Dalam rapat paripurna tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD Provinsi Jambi menyetujui APBD Provinsi Jambi Tahun 2020, dalam berita acara yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar dan Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto. Tiga orang Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi juga turut dalam rapat paripurna itu.

Fachrori mengatakan, persetujuan terhadap APBD 2020 merupakan buah kerja keras bersama legislatif dan eksekutif Provinsi Jambi untuk rencana pelaksanaan program pembangunan Provinsi Jambi tahun 2010. Dalam pembahasan anggaran tahun 2020, tentu ada berbagai perbedaaan pendapat dan dalam situasi yang dinamis, terutama kondisi defisit anggaran yang hadapi seiring penerimaan dana perimbangan yang dibawah target dalam KUA PPAS ditengah target capaian RPJMD yang harus dikawal, namun semuanya itu ditujukan untuk mempertajam program pembangunan Provinsi Jambi, agar pembangunan Provinsi Jambi, dengan belanja Rp 4,9 triliun pada tahun 2020 benar-benar memberikan manfaat yang besar, terutama bagi masyarakat Provinsi Jambi. 

Kami mengapresiasi inisiatif DPRD dalam melakukan beberapa perubahan dari KUA PPAS yang telah kita sepakati sebelumnya melalui penundaan beberapa kegiatan dan mempertajam program kegiatan yang ada. Bahkan, kami meyakini bahwa hal tersebut merupakan perwujudan kepedulian dan kebersamaan kita dalam membangun Provinsi Jambi sesuai dengan visi dan misi pembangunan yang telah kita sepakati bersama, sehingga diharapkan pada masa yang akan datang setiap permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan pembangunan dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana baik secara teknis maupun secara politis. Oleh karena itu sudah pada tempatnya saya ucapkan terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi,” ujar Fachrori.

“Kondisi tersebut juga merupakan salah satu prasyarat untuk kita bersama-sama melaksanakan pembangunan secara merata dan berkeadilan sehingga dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jambi tanpa diskriminasi, yang pada akhirnya diharapkan dapat semakin memperkecil kesenjangan antar wilayah,” lanjut Fachrori.

Fachrori mengemukakan, belanja pemerintah diharapkan dapat memantik pertumbuhan ekonomi seawal mungkin, dan untuk itu kegiatan lelang harus segera dilaksanakan, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan pada bulan Januari 2020.

Sebelumnya, masing-masing fraksi DPRD Provinsi Jambi menyampaikan pandangan akhir terhadap APBD tahun 2020 dan pandangan umum terhadap Ranperda Provinsi Jambi tentang Inovasi Daerah, yang dilanjutkan dengan penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jambi. Selain itu, Eka Marlina menyampaikan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) Provinsi Jambi Tahun 2020, yakni ada 15 rancangan peraturan daerah pada tahun 2010.

Pandangan tersebut disampaikan oleh beberapa fraksi, dinataranya PDI Perjuangan disampaikan oleh Wartono Trian Kusumo, Gerindra oleh Abun Yani, Golkar Ivan Wirata, Partai Demokrat oleh H.Harmain, Partai Amanat Nasional oleh Fadli, Kebangkkitan Bangsa oleh Elvi Sina, Fraksi PKS oleh Rendra, P3 Berkarya, Kamaluddin Havis dan Fraksi Nasdem Hanura, Hj.Kamal Hakim.

Dalam laporan Banggar yang disampaikan oleh Dr. Ahmad Fauzi menyampaikan tanggapan Banggar terhadap APBD 2020 serta berbagai penjelasan terhadap kondisi anggaran, serta masukan-masukan kepada Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk didalamnya argument terhadap penundaan pembangunan jalan layiag (fly over) Tugu Juang – Nusa Indah.

Dalam laporan tersebut disampaikan pendapatan tahun 2020 direncanakan Rp 4.399.044.907.043,64 dan belanja direncanakan Rp4.949.887.054.267,68, defisit belanja dengan pendapatan akan ditiutupi dari Silpa tahun 2019  yang diperkirakan Rp 550,84 miliar, peningkatan PAD yang bersumber dari pajak Rp 41 miliar dan dari beberapa sumber lainnya. (Rizal) 

 138 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *