Gubernur Erzaldi Rosman Djohan Kukuhkan Pengurus Lembaga Adat Melayu Bangka Belitung

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Ketua LAM Babel terpilih Dato Bustami Rahman menyebutkan betapa elok para pemangku adat melestarikan adat budaya menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini.

“Saya merasa berat dengan jabatan ini, karena tugas ini begitu berat menjaga dan memegang adat dan berpantang dalam peribahasa yang lembut dan berbudi pekerti,” sebutnya.

Hal itu dikatakannya saat pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Bangka Belitung masa khidmat 2017-2022 yang dilantik oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan.

Diungkapkannya,  banyak tugas yang belum diselesaikan dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya oleh karenanya LAM hadir dalam rangka memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Babel untuk tetap berjalan seusai aturan yang berlaku. “Semoga LAM menjadi marwah dan menjaga adat budaya di Babel,” tegasnya.

Selanjutnya Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan yang dinobatkan sebagai Dato Tertua LAM menegaskan pelantikan pengurus LAM Babel merupakan sebuah lembaga untuk menjaga kepercayaan dan marwah adat budaya di Babel.

“Merasa sejuk hati ini dan berbahagia dengan tutur bahasa yang disampaikan oleh Ketua LAM Babel, memeberikan marwah dan kebudayaan di Babel,” ungkapnya.

Lanjutnya, Lembaga Adat Melayu Kepulauan Bangka Belitung harus dilestarikan dan menjadi motivasi bagi masyarakat Babel dalam rangka melestarikan budaya di Babel. “Insyaallah, saya meminta kepada LAM untuk membuat titap pertama untuk membuat rumah adat di Babel,” pintanya.

Erzaldi Rosman Djohan juga akan melakukan sayembara bagi masyarakat untuk membangun rumah adat dan akan ada hadiah dari gubernur babel yang rencananya akan dibangun di Teluk bayur dengan lahan seluas 15 hektar.

“Nanti rumah adat akan dibangun di Teluk bayur bersama dibangun juga masjid terapung serta berintegritas dengan rumah residence Walikota dan monumen Pahlawan Nasional Depati Amir,” tegasnya.

Gubernur Babel juga meminta kepada pengurus LAM Babel bisa merangkul semua tokoh adat, kerajaan dan lembaga adat di desa desa yang saat masih membingungkan kami sebagai pemerintah daerah.

“Mari kita berkerja dengan tulus dan ikhlas, saya yakin pengurus LAM Babel adalah orang yang berbuat tampa mengharapkan imbalan dan terus menjunjung tinggi adat dan agama di negeri ini,” pungkasnya.(Oby)

 263 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *