Warga Berharap Puskesmas Segera Selesai, Dinkes Ancam Bayar Sesuai Hasil Kerja

Tanjung Satai, JAPOS.CO – Kegiatan pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana dan prasana puskesmas dan jaringannya, Dinas Kesehatan dan KB Kes Kabupaten Kayong Utara tahun anggaran 2019 di desa Tanjung Satai Kecamatan Pulau Maya, dinilai baru mencapai 70% yang hingga saat ini sudah mendekati akhir kontrak pekerjaan.

Berdasarkan pantauan dilapangan, proyek pembangunan puskesmas yang dilaksanakan oleh CV Rajawali Sehati Kalbar bersumber dari dana DAK Afirmasi senilai Rp 5,4 miliar ini mendapat pendampingan dari TP4D Kejari Ketapang.

Menurut salah seorang warga yang kebetulan menjadi pekerja lepas proyek itu, yakni Bara mengatakan bahwa keberadaan proyek ini cukup membantu warga setidaknya ada sebagian warga yang dilibatkan sebagai pekerja lepas khususnya pada jenis pekerjaan kasar.

Kondisi proyek puskesmas yang bakal menjadi rujukan masyarakat Kecamatan Pulau Maya yang hingga kini belum rampung juga menjadi perhatian dari tokoh masyarakat setempat bernama Abdul Karim. Dirinya mengharapkan agar segera mungkin puskesmas itu bisa difungsikan mengingat sudah sangat mendesak sekali keberadaan puskesmas yang bisa melayani rawat inap.

“Mengigat Kecamatan Pulau Maya yang jauh dari ibukota sehingga pertolongan medis harus cepat, maka puskesmas inilah yang menjadi satu-satunya rujukan utama masyarakat kami,” kata mantan anggota DPRD KKU ini.

Dijelaskannya, walau proyek puskesmas ini masih menyisakan masalah yang belum selesai berkaitan dengan keberadaan tanah atau lokasi proyek itu, sebab status tanah tersebut diklaim oleh ahli waris Sakban bin Nahoda Melan dibawah penguasaan mereka, namun ahli waris masih menunggu agar Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bisa mencarikan solusi yakni berupa semacam santunan bagi ahli waris.

“Kami tidak ingin menganggu program pemerintah, namun kami hanya berusaha agar ada perhatian dari pemkab KKU, karena orang tua kami lah yang awalnya mengusahakan wilayah ini sehigga kini bisa berkembang sampai sekarang,” jelas salah seorang ahli waris keluarga itu.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara menjelaskan bahwa pihaknya sangat serius soal proyek ini. Dirinya pun berharap agar bangunan puskesmas ini selesai 100% sehingga bisa digunakan oleh masyarakat mengingat bangunan lama gedung itu sudah kurang memadai seiring bertambahnya jumlah warga yang berobat.

Terkait soal status tanah yang sempat diklaim ahli waris Sakban bin Nahoda Melan, pihaknya sudah membuat langkah berupa pertimbangan kepada bupati untuk diperhatikan, setidaknya ahli waris bisa mendapat santunan. “Soal status tanah inilah yang belum selesai sehingga mengganggu proses perizinan ke atas terkait IMB. Kami akan secepatnya menyelesaikan soal itu, maka kami mendorong untuk dianggarkan biaya santunan bagi ahli waris tanah itu,” kata Bambang Subarkah.

Pihaknya juga menekankan pada pelaksana untuk bisa menyelesaikan proyek itu tepat waktu dan selesai seutuhnya, jika tidak bisa diselesaikan sesuai kontrak, maka pihaknya tidak segan-segan akan melaksanakan pembayaran sesuai progress pekerjaan saja. “Karna kami berharap agar puskesmas ini diakhir tahun sudah bisa diresmikan penggunaanya oleh bupati,” katanya. (Jaydin)

 571 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *