Hj Khofifah Buka Harlah Muslimat NU ke-73 di Melawi

Melawi, JAPOS.CO – Kehadiran Ketua  umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Dra Hj Khofifah Indar Parawansa di sambut masyarakat khususnya umat muslim, Sabtu (16/11) di Pandopo Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Melawi.

Kunjungan Gubernur Jawa Timur ini ke Kabupaten Melawi dalam rangka pembukaan Harlah Muslimat NU ke-73 se-Kalimantan Barat yang di selenggarakan di Kabupaten Melawi.

Kegiatan Harlah ini hadiri umat muslim yang sudah memadati auala pandopo. Saat memasuki gedung mantan Mensos bersama Bupati Melawi, Panji, S Sos, Ketua TP PKK, Astri, Ketua DPRD Melawi, Widya Hastuti.

Bupati Kabupaten Melawi, Panji, S Sos menyampaikan rasa terimakasih dan hormatnya kepada Khofifah yang sudah datang di Kabupaten Melawi sebagai ketua Umum PP Muslimat.

“Kehadiran Ibu di Kabupaten Melawi sangat membawah hikmah bagi masyarakat muslim khususnya NU dan umat lainnya. Akhir-akhir ini, negara kita menghadapi masalah medsos (Media sosial) yang mengarah kepada kebencian dan perpecahan antar masyarakat, membuat menyampaikan berita-berita hoaks, memprovokasi, masyarakat dan teror yang tidak lagi memperhatikan norma etika sebagai bangsa, menyebabkan terjadi yang sering disebut   radikalisme bahkan mengarah ke terorisme. Kehadiran ibu di sini saya merasa bangga karena kami tahu Ibu memberi kesejukan, kedamaian di tengah masyarakat muslimat maupun masyarakat umum Kalimantan Barat khususnya Melawi, ” jelas Panji.

Sementara Khofifah dalam sambutannya mencontohkan terkait masyarakat Palestina, yang terjadi di plestina dari sejak dulu, dimana masyarakat disana banyak mengungsi akibat konflik.

“Kita dari Nu sudah memberikan bantuan solidaritas untuk masyarakat Plestina. Pengungsi plestina mencapai 5 juta jiwa, pengungsi tersebut sebagian besar mengungsi ke Yodan, ada yang sampai 19 tahun disana. Maksud saya kata Kofifah, kalau pemimpin negaranya berantakan maka rakyatnya menjadi korban menderita. Maka yang lebih saya tekan kan disini kita masyarakat Indonesia yang pertama melakukan persatuan, kedua persatuan, ketiga persatuan. Maka ini menjadi pelajaran bagi kita untuk mengambil keputusan baik itu pemimpin organisasi masyarakat maupun pemerintah memperhatikan ke maslahatan masyarakat, ” ungkapnya.

Menurut Khififah, pemimpin yang baik adalah ketika anggaran yang ada di belanjakan untuk kesejahteraan masyarakatnya, kalau kesejahteraan masyarakat terbangun akan timbul rasa persatuan, persaudaraan, kebersamaan ketertiban, keamanan ini menjadi kebutuhan.

“Saya menyampaikan penggunaan APBD, APBN kita mengedepankan kesejahteraan masyarakat, seperti halnya sekarang sudah adanya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sehat meskipun belum semua merata. Tetapi sekarang sudah mulai akurasi data, ” lanjutnya.

“Kemarin saat rakernas, saya kordinasi dengan pak dirjen Dukcapil, masalah data inklusi eror dan ekslusif eror artinya inklusi eror adalah orang masuk data, eksklusif eror orang tidak masuk data. Maka posisi kita dalam menyikapi hal ini harus bekeja sinergitas bagiamana menjadikan data masyarakat yang akurat, ” tutupnya.(pangaribuan).

 

 550 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *