Sungai Tadeang Maros Diduga jadi Pembuangan Kotoran Sapi

Maros, JAPOS.CO – Air merupakan salah satu  sumber kebutuhan pokok hidup manusia. Tidak hanya air yang bersumber dari mata air,  namun air sungai pun penting bagi kehidupan manusia diolah menjadi air bersih kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Karena air merupakan kebutuhan pokok manusia, maka kebersihannya harus terjaga. Bersih dari limbah dan kotoran yang dapat mengundang penyakit.

Namun, beda air sungai  di Dusun Tadaeng, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulsel. Air sungai justru tercemar dengan kotoran sapi.

Dari penelusuran Japos.co, ada beberapa warga peternak sapi yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Tadaeng antara lain H Hasan dan H Pacong.

Rumah panggung dan kandang sapi milik H Hasan berada  di atas bantaran sungai Tadaeng. Di bawah rumahnya ada bak berukuran sekitar 4 x 7 m yang berfungsi sebagai tempat penampungan kotoran sapi. Bak ini berada persis di bibir sungai untuk memudahkan kotoran sapi itu mengalir ke dalam sungai.

“Ini sudah pelanggaran, bangunan rumah H Hasan dan H Pacong melanggar garis Sempadan sungai, ” ujar Muh Natsir, Kepala Pengamat Pintu Air Bantimurung Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) kepada Japos.co, Kamis (14/11).

Menurut Natsir, pihaknya sudah beberapa kali menegur dan melarang agar limbah kotoran sapi itu jangan dibuang ke sungai. Karena air sungai itu tercemar. Apalagi air merupakan kebutuhan manusia.Tetapi, mereka tidak mengindahkannya,” kata Natsir.

Untuk mensetrilkan wilayah bantaran sungai, semua bangunan yang ada di atasnya akan dibongkar. “”Saat ini  pihak BBWSPJ dan Pemkab Maros membahas masalah ini,” beber Natsir.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Maros, Frans Johan yang dihubungi mengatakan akan memerintahkan anggotanya dan mengecek langsung adanya pelanggaran yang dilakukan H. Hasan dan H. Pacong. ” Kalau ditemukan ada pelanggaran akan diproses hukum. Kami akan laporkan ke polisi,” ujar Frans.

Sementara itu, H Hasan yang dihubungi berdalih bahwa pihak pemerintah setempat tidak melarang. “Pemerintah setempat Desa Samanggi tidak melarang. Bahkan kami disuruh agar kotoran sapi itu disiram saja air masuk ke sungai,” kata H Hasan meniru ucapan salah seorang tokoh masyarakat.(Hakim)

 

 409 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *