Pertanyakan Perizinan PT SNS, Komisi III DPRD Babel Akan Panggil Dinas Terkait

Bangka Belitung, JAPOS.CO – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol menyoroti adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Swarna Nusa Sentosa (SNS) yang melakukan aktivitas pertambangan di kawasan hutan lindung pantai di Desa Kumbung, Kabupaten Bangka Selatan.

“Pertambangan pasir kuarsa yang ada di Kumbung Bangka Selatan, itu kan jelas, koordinat nya masuk kawasan hutan lindung pantai bakau,” kata Rina kepada sejumlah wartawan di Gedung DPRD Babel belum lama ini.

Tidak hanya itu, ditambahkan dia, perusahaan tersebut juga diduga telah banyak melakukan pelanggaran, yakni diantaranya pembangunan dermaga di kawasan itu.

“Disitu kan dibangun dermaga, jelas nggak boleh, kan harus jelas, tidak ada CSR nya, UU Menteri Kehutanan dilanggar, kemudian harusnya ada plasma 20 persen, jelas tidak ada sampai saat ini,” ulasnya.

Oleh karena itu, disampaikan dia, Komisi III DPRD Babel akan segera memanggil dinas-dinas terkait untuk mempertanyakan perizinan PT. Sarana Nusa Sentosa (SNS) tersebut.

“Karena kewenangan itu ada di provinsi. Nah, kita minta pemerintah daerah segera turun, melihat bagaimana proses perizinannya, kami akan panggil dinas-dinas terkait,” ujar politisi PDI P Dapil Bangka Selatan ini.

“Perizinannya bagaimana?, ada apa dibalik ini semua? Kok bisa dengan bebasnya mereka nambang, mereka bangun jalan, bangun dermaga suka-suka hati begitu tanpa melihat aturan yang ada,” timpalnya.

Dengan demikian, ia berharap, pemerintah daerah lebih memperhatikan kelestarian alam diatas kepentingan pribadi. “Kalau pasir dihajar, darat dan laut digali, bagaimana Bangka Belitung nanti, akan jadi kolong-kolong, tenggelam Bangka Belitung ini,” tegasnya.

“Jadi kami mohon agar kiranya, semua kepala daerah lebih selektif untuk memperhatikan kepentingan masyarakat kedepan, bukan untuk kepentingan saat ini dan kepentingan pribadi, kan kasihan, apa yang akan kita wariskan ke anak cucu kita,” pungkasnya.(Oby)

 

 

 127 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *