Edi Purwanto Angkat Bicara Tentang Pekerjaan Flyover

Jambi, JAPOS.CO – Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto angkat bicara mengenai flyover di Simpang Mayang saat jumpa pers pada Senin (11/11/2019).

Polemik rencana pembangunan flyover Simpang Mayang Kota Jambi Tahun Anggaran 2020 menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, oleh karna itu Ketua DPRD Provinsi Jambi angkat bicara.

Ini karena proyek yang direncanakan Pemprov Jambi sejak tahun 2012 yakni era mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) diharapkan bisa mengurai kemacetan di kawasan jalan tersebut. Akan tetapi dari 2012 sampai dengan tahun 2018 sampai 2019 ini gagal terlaksana dan di era Zumi Zola diajukan lagi rencana tersebut di 2020 dengan total anggaran Rp 198 miliar. Tetapi sepertinya kembali tertunda karena berbagai pertimbangan DPRD Provinsi Jambi untuk menyetujui anggaran tersebut.

Kemudian berbagai perdebatan juga mulai bermunculan, mulai dari DPRD Provinsi Jambi sampai Bappeda Provinsi Jambi, belum lagi selesai dengan sebutan budaya ketok palu sampai dengan kaitannya pada Pilgub Jambi 2021 mendatang.

Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Roky Candra Senin (11/11/2019) menggelar konferensi pers di Gedung Dewan, mereka langsung menepis isu dan berbagai spekulasi tersebut.

“Tidak ada (Budaya Ketok Palu) itu, kepentingan politik kita untuk rakyat Jambi,” katanya Edi Purwanto.

Selanjutnya mengenai informasi rencana flyover itu pula pada TA 2020 sudah disepakati antara DPRD dengan Pemerintah didalam KUA-PPAS, Edi  Purwanto menyatakan itu juga tidak ada. “Nggak ada, tapi muncul di RKA, jadi KUA-PPAS yang ada didalam sana, hanya peningkatan jalan dengan jembatan, tidak ada flyover,” jelasnya.

Faktor lain yang menjadi pertimbangkan dewan bahwa saat ini Pemprov Jambi mengalami defisit anggaran dan belum lagi masalah pembebasan lahan yang belum diselesaikan sehingga mereka menunda pelaksanaan itu dan Edi Purwanto mengatakan sembilan program itu belum terleksanakan. “Kita tidak mencoret, tetapi menunda ya,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra menambahkan munculnya bahasa dewan, nggak pro rakyat.  Dalam pembahasan rencana flyover itu, Dinas Pekerjaan Umum PUPR dan Perumahan Rakyat  Provinsi Jambi sampai sekarang belum bisa meyakinkan dewan dan menurutnya, flyover itu harusnya di bangun di simpang empat.

“Saya tegaskan ya, kita tidak ada yang nama nya budaya terkait ketok palu, penolakan terhadap flyover itu, dan ini murni karena teknis, kepentingan kami adalah pembangunan untuk rakyat Jambi, saya pastikan itu, lembaga ini dan hari ini memastikan penundaan flyover itu karena teknis bukan ada apa-apanya,” pungkasnya. (Rizal)

 227 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *