Rawi Sangker Dituntut 2 Tahun Penjara, Ahli Waris: Itu Tidak Adil

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang lanjutan dengan terdakwa Rawi Sangker atas kasus pemalsuan surat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (6/11) dengan agenda pembacaan tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU),Tri Wahyu Pratekta dalam tuntutannya agar Majelis Hakim memutuskan menyatakan twrdakwa Rawi Sangker bersalah secara sah dan meyakinkan membuat tindak pidana memalsukan surat yang bukan hak.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diancam dalam pasal 263 KUHP, menjatuhkan pidana selama 2 tahun dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan, ” tegas Jaksa dihadapan Majelis Hakim, Antonius Simbolon.

Menurut Jaksa, hal yang memberatkan terdakwa mendapatkan keuntungan atas perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan Rawi Sangker belum pernah dihukum dan mempunyai tanggungan keluarga.

Barang bukti, lanjut Jaksa dari point 11 hingga point 20 dikembalikan kepada saksi Mad Rais.

Menanggapi tuntutan Jaksa, Madrais selaku ahli waris merasa tidak adil.

“Saya gak setuju, itu tidak adil, paling tidak dituntut 5 tahun dan diputus 4 tahun, “jelasnya kepada wartawan.

“Selama ini menzalimi kita, kalau tuntutan segitu kurang adil, ” tambah Mad Rais.

Mad Rais berharap tanahnya dikembalikan kepada pihak ahli waris.

Sementara Kuasa hukum terdakwa, Subani menanggapi atas tuntutan Jaksa menyatakan timnya lagi mempersiapkan pembelaan (Pledoi).

“Bahwa intinya kami katakan tidak ada yang terbukti, ada dua hal yang prinsipnya bahwa dalam dakwaan terjadi pada tanggal 8 april 2016 namun pada kenyataan dalam keterangan saksi pada 2017, ” jelasnya usai sidang.

Subani menambahkan mengenai tempus delicti, locus delictinya didalam dakwaan Jaksa ada di sertifikat 144 namun kenyataanya di luar itu.

“Locus delicti serta tempus delictinya tidak terbukti, ” terangnya.

Menurut Subani, sebenarnya perkara ini murni perdata.

“Jika ada pihak yang tidak setuju ya para pihak sendiri yang meminta dibatalkan, itu kan pihak luar, ” tutupnya.(Red)

 406 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *