Pembangunan Pamsimas Di Desa Putat Diduga Mark Up

Sidoarjo, JAPOS.CO – Pembangunan Pamsimas (Pembangunan Sarana Air bersih Masyarakat) di Desa Putat Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo terindikasi di mark-up dan sebagian fiktif.

Hal ini diketahui setelah japos.co melakukan penelusuran dilokasi Balai desa Putat dan mendapat keterangan dari Ketua Satuan Pelaksana Kegiatan  Sultoni yang dikonfirmasi di lokasi kegiatan, Rabu (6/11) jam 13.00 WIB.

Sultoni mengatakan bahwa KKM tidak diberi RABnya hanya diberi gambar teknik saja, jadi satlak bekerja berdasarkan gambar saja. Saat ini dana Pamsimas baru cair 40%, itupun pihak desa harus menyediakan dana pancingan terlebih dahulu. 

“Untuk pekerjaan geo listrik yang memakan biaya, hasilnya jelek jadi tidak jadi dilakukan pengeboran dan hal itu dapat ditutupi dengan mengambil air dari sumur existing. Jadi dapat ditarik kesimpulan pekerjaan geo listrik dan pengeboran serta kontruksi pipa sumur tidak dikerjakan atau dapat dikatakan fiktif,” ujarnya. 

Berdasarkan hasil nonitoring dan investigasi yang dilakukan japos.co dan tim memperoleh informasi yang falid terkait adanya dugaan mark-up dan bahkan sebagian pekerjaan tidak dilakukan alias fiktif. Dalam pekerjaan ini, diketahui ada 6 jenis pekerjaan, yakni pembangunan sarana air bersih masyarakat, sanitasi sekolah, promosi kesehatan, kegiatan pelatihan, biaya pelatihan KKM dan satlak dan pemasangan pipa. 

Sementara untuk sumber dana paket Pamsimas ini ada 4 sumber dana, yakni APBD 2 sebesar 70% Rp 245.000.000, APB Desa 10% Rp 35.000.000, in cash 4% Rp 14.000.000 dan In Kind 16% Rp 56.000.000. Total anggaran untuk kegiatan pamsimas ini yakni Rp 350  juta. 

Sementara kontraktor yang biasa mengerjakan Pamsimas berinisial LM yang diwawancarai japos.co, Rabu (6/11) mengatakan bahwa untuk mengerjakan semua item pekerjaan dalam kegiatam Pamsimas ini, hanya butuh biaya sekitar Rp 225 juta. “Itu sudah komplit tetmasuk tandon, jaringan, sumur bor, pipa untuk sumur, pompa celup dan sambungan ke rumah warga,” pungkasnya.  

Terpisah Ketua LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) Ir Didik Wahono SH MSi yang diwawancarai menyatakan pada proyek Pamsimas ini kental sekali aroma mark-up dan bahkan fiktif. 

“Bila biaya keseluruhan saja hanya membutuhkan Rp 225 juta, kenapa negara harus membayar lebih mahal sampai Rp 350 juta. Jadi bila sumur bor dan kontrukai pipa sumurnya dihargai Rp 78 juta dan biaya geo listrik Rp 4 juta maka total dugaan kerugian negara senilai Rp 207 juta untuk kegiatan Pamsimas di Desa Putat saja, padahal masih ada 7 unit lagi pembangunan Pamsimas dari dana APBD Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya. 

lebih jauh Bung Didik berjanji akan segera melaporkan kasus ini bila tahun anggaran sudah berakhir. 

Sulaiman Kabid yang membawahi bidang ini ketika dihubungi melalui panggilan dan pesan whatssapp tidak mau menjawab panggilan untuk memberikan konfirmasi. (Zein)

 911 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *