Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi : Pembangunan Jembatan Layang Ditunda

Jambi, JAPOS.CO – Rencana pembangunan Jembatan Layang atau flyover Simpang Mayang  Tugu Juang positif ditunda Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Fauzi Anshori  dengan tegas menyatakan hal itu, usai melakukan hearing dengan Dinas PUPR Provinsi Jambi, Rabu (06/11/2019). 

Pemerintah Provinsi Jambi telah mencanangkan Pembangunan Flyover dimulai tahun 2020 mendatang. Namun hal itu sirna seiiring ditolaknya usulan tersebut oleh dewan. “Positif, pembangunan flyover Simpang Mayang Ditunda,” pungkas Fauzi Ansori kepada awak media. 

Fauzi Ansori  juga mantan Kepala Bappeda Provinsi Jambi kini menjabat Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, memastikan wacana Pemerintah Provinsi Jambi membangun flyover positif ditunda dengan berbagai pertimbangan. 

Hari ini setelah dilakukan hearing/pertemuan antara Komisi III dengan Dinas PUPR Provinsi Jambi selama dua hari terakhir dan menyimpulkan hal tersebut. 

Menurut Fauzi Ansori, Komisi III mengevaluasi sejauh mana target indikator di bidang infrastruktur di tujuh bidang satu sekretariat Dinas PUPR Provinsi Jambi. “Ternyata dari hasil pembahasan, kami memperoleh informasi dan data, ternyata banyak sekali target indikator kinerja yang belum terpenuhi dan kami melihat mana program-program yang belum prioritas itu diarahkan untuk mencapai indikator program bapak Gubernur,” kata Fauzi. 

“Jadi kita lakukan pembahasan dari pagi siang dan malam alhamdulillah, pagi ini sudah bisa disepakati komisi III dan Dinas PUPR Provinsi Jambi dalam rangka pencapaian indikator target kinerja di bidang infrastruktur dalam rangka mencapai program Jambi tuntas 2021. 

“Intinya yang belum prioritas ditunda dan dikalikan sehingga kita fokuskan kepada kegiatan-kegiatan infrastruktur yang mencapai target target indikator dan kinerja. Misalnya di bidang cipta karya itu ada anggaran sekitar Rp 64 miliar kita arahkan untuk capaian target kinerja,  lingkungan permukiman kumuh,” katanya. 

“Kemudian di bidang SDA kita fokus kepada kewenangan kewenangan provinsi, kita lihat orientasi nya ketika melewati dua wilayah kabupaten kota, jadi tidak ada persoalan lain kali ini dilakukan pembahasan serius tidak ada dusta diantara kita yang kita harapkan bagaimana infrastruktur di Jambi lebih baik dimasa yang mendatang,” tambahnya. 

Fauzi Ansori memastikan hampir 50% kegiatan yang diusulkan Dinas PUPR Provisni Jambi ditunda dan dialihkan kepada yang lebih prioritas. 

Fauzi Ansori menegaskan  mengenai plyover bukan pihaknya tidak setuju, memang dibutuhkan ketika kondisi keuangan daerah defisit Rp 186 miliar. “Kita lebih memfokuskan kepada infrastruktur jalan dan jembatan. Jalan kita di Provinsi Jambi kurang lebih 1.052 km, sementara hanya tidak sampai 10% anggarannya. Oleh karena itu, kita fokus dulu lah misalnya jalan Senyerang Ujung Jabung, Simpang plawan, Jalan Simpang Nes Sungai Buluh Sungai Duren, kemudian jalan Jangkat Koto Tapus -Lembah Masurai, kita masih punya PR menyelesaikan multiyear tahun 2015 yang lalu,” katanya. 

“Jadi, intinya kita mengembalikan ke PUPR untuk menyusun kembali berapa sih kebutuhan anggaran secara keseluruhan, untuk infrastruktur jalan dan jembatanya,” tutupnya. (Rizal)

 355 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *