Kades Tempurukan Ketapang Dipolisikan

Ketapang, JAPOS.CO – Masyarakat Desa Tempurukan Kecamatan Muara Pawan Ketapang, Kalimantan Barat heboh atas pelaporan seorang warga terhadap Kepala Desa (Kades) ke Polisi. Laporan tersebut terkait penggunaan Dana Desa (DD) secara pribadi dan pengerjaan proyek yang mangkrak namun cair !00%.

Cerita ini pun dengan cepat tersebar, Menurut warga setempat, mereka mengetahui laporan ini setelah membaca berita di media online yang diviralkan lewat media sosial facebook. Namun diantara mereka juga ada yang mengaku mengetahui setelah mendengar cerita dari mulut ke mulut.

Sang pelapor Arsad Zainal membenarkan bahwa dirinya telah melaporkan Kades Tempurukan pada  Polisi Sektor (Polsek) setempat.

Laporan dibuat setelah Arsat mengetahui bahwa Kades diduga  melakukan penyalahgunaan DD untuk kepentingan pribadi. Selain itu ditemukan juga adanya proyek yang telah cair 100%  dimana pengerjaannya tidak selesai alias mangkrak.

Menurut Arsat, laporan tersebut merupakan upaya menyelamatkan uang negara, sehingga diharapkan DD yang diluncurkan oleh pemerintah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Persoalan ini telah diketahui dan di-mediasi Camat Muara Pawan. Pihak terkait dipanggil dan unsur pimpinan kecamatan juga hadir. Pada mediasi tersebut Kades mengakui atas perbuatannya dan berjanji akan mengembalikan dana yang terpakai serta akan menyelesaikan proyek barau timbun yang belum selesai itu,” katanya singkat.

Ketika dikonfirmasi, Kades Tempurukan Apok Suprianto menjelaskan dan tidak menyangkal atas laporan  itu. Namun pada penjelasan tersebut dia menekankan bahwa dana yang dipinjam dari bendahara desa itu bukan untuk pribadi, tetapi untuk membayar upah tukang dan pembelian material fisik. Hanya saja menurutnya, tukang yang  telah menerima uang itu telah melarikan diri.

Sedangkan terkait pengerjaan proyek barau timbun, menurutnya bukan mangkrak namun masih dalam penyelesaian. “INI masalah kesalahpahaman saja. Persoalan ini telah saya sampaikan ke Camat Muara Pawan. Melalui mediasi yang digagas oleh Pak Camat saya telah membuat pernyataan akan mengembalikan dana serta menyelesaikan pekerjaan proyek selambat-lambatnya minggu ke dua bulan November 2019 ini,” ujarnya, Senin (4/11/19).

Dana Desa yang berujung pelaporan ke Polisi itu adalah berbentuk pinjaman dana tunai tahun 2018 sebesar Rp 33,9 juta. Sedangkan proyek barau timbun tahun 2019 senilai Rp 70 juta.

 

Hutan Produksi Dibuat SKT

Kabar tentang dugaan penyalahagunaan DD oleh Kades Tempurukan Muara Pawan, telah menambah catatan buruk pemerintahan desa dalam mengelola DD di negeri ini. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat, tapi digunakan untuk kepentingan pribadi.

Bukan itu saja, selain melakukan korupsi tak jarang pihak desa membuat kebijakan yang diduga melanggar rambu-rambu dan merugikan negara. Seperti yang dilakukan PJ Kades dan Kades Tempurukan  beberapa waktu lalu, dimana telah menerbitkan ratusan Surat Keterangan Tanah (SKT) dari lahan berasal Hutan Produksi. Hal itu terungkap ketika japos.co turun kelapangan melakukan pendalaman tentang kasus Kades tempurukan di polisikan oleh warganya.

Sumber dipercaya mengatakan bahwa pihak desa diduga dengan sengaja menerbitkan SKT dari hutan produksi.  Pembuatan SKT berlangsung sekitar tahun 2015 s/d 2017 yang dibagi kurang lebih 2 (dua) hektar per-Kepala Keluarga (KK).

Seraya melihatkan salah satu contoh SKT, pembuatan SKT pada hutan produksi itu dinilai tidak patut dan dilaksanakan secara masiv dan sitematis. Menurut sumber, lahan tersebut bukan dimanfaatkan untuk pertanian dan sejenisnya, namun diduga untuk dijual ke pihak pengusaha.

Dengan tidak mengaitkan persoalan di atas, beberapa waktu lalu japos.co bertandang di Kantor Agraria Ketapang. Disanalah diketahui bahwa SKT berasal dari hutan produksi tidak bisa dasar pembutan sertifikat.

“Jika bisa Hutan Produksi jangan dibuat SKT, dan SKT hutan produksi tidak bisa menjadi dasar pembuatan sertifikat,” terang salah seorang pegawai kantor Agraria Ketapang. (TM/Har)

 1,515 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *