Wahono: KKU Surplus Beras, Namun Kurus Daging dan Telur Serta Gemuk Struktur

Kayong Utara, JAPOS.CO – Luas areal pertanian di Kabupaten Kayong Utara berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara mencapai angka 12.000 Hektar. Dari luas wilayah KKU yang mencapai 48 ribu hektar,  luasan areal pertanian tersebut karena wilayah KKU terdiri dari daerah taman nasional, hutan lindung dan areal perkebunan serta areal penggunaan lainya. Sementara jumlah produksi pertanian dari sektor gabah kering menembus angka 50 ribu ton pertahun. Dari jumlah ini, dimungkinkan berdasarkan rasio jumlah penduduk, KKU swasembada beras setiap tahunnya sehingga beras dari KKU sering dijual keluar KKU.

Sementara dari sektor peternakan, data dari dinas itu mencatat bahw KKU kekurangan telor dan daging tiap tahunnya. Tercatat populasi peternakan masih rendah. Untuk jumlah populasi ternak, untuk sapi hanya sejumlah 6 ribu ekor, ayam 14 ribu ekor, babi 4 ribu ekor, kambing, 7 ribu ekor terutama jenis kambing kacang. Dari jumlah itulah tiap tahunnya masyarakat KKU kekurangan gizi dari hewani.

Keterangan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara, Wahono, Selasa (5/11) kepada japos.co. Dalam penjelasannya, dirinya mengatakan tidak mengkhawatirkan soal beras, namun yang dikhawatirkanya tiap tahun adalah minimnya ketersediaan telur dan daging.

“Untuk beras apabila dihitung rata-rata dengan jumlah penduduk KKU yang mencapai angka 120 jiwa, kita bisa surplus beras sehingga beras kita bisa dijual ke luar KKU, telur dan daging masih jadi masalah. Kedepan kita akan mengenjot populasi ternak lagi, namun kami tidak bisa sendirian dalam meningkatkan kesejahteraan petani, perlu sinergi dengan dinas terkait terutama masalah perdagangan dan infrastruktur pertanian,” jelasnya.

Terkait dengan beban tugas dinas yang dipimpinya, dia mengakui ini juga menjadi masalah sehingga perlu dikaji ulang. Sebab, Dinas Pertanian dan Pangan mempunyai enam bidang dan satu sekretariat, sementara anggaran yang mereka miliki masih minim. “Guna akselerasi dan pemaksimalan program ini perlu dikaji ulang oleh bagian organisasi karena menurut kami, ini tidaklah baik,” katanya.  

Sementara itu, sumber internal dari Badan Keuangan Daerah (BKD) KKU mengatakan bahwa Bupati memiliki tiga program prioritas, yakni pariwisata, pertanian dan kelautan yang harus di kedepankan.

Pihaknya juga membenarkan bahwa Dinas Pertanian dan Pangan terlalu gemuk struktur organisasinya serta minim anggaran. Masalah itu harus diatasi dengan mengefektifkan dana yang ada serta merampingkan struktur organisasi mereka serta mampu mecari terobosan anggaran dari kementrian atau dana-dana pusat.

“Sebagaimana arahan Wakil Bupati bahwa apabila melakukan perjalanan dinas, sekembalinya harus membuahkan hasil berupa program yang bisa menyentuh langsung bagi masyarakat, jadi perjalanan dinasnya tidak mubazir. Kedepan kami akan lebih mengetatkan belanja yang dinilai kurang bermanfaat tersebut. Guna mensiasati minimnya APBD kita, perlu mencari dana dari pemerintah pusat atau provinsi,” ujar sumber.(Jaydin)

 364 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *