Gara-gara Gitar, Dua Orang Asal Nias Diboyong Ke Polsek Tigapanah

Merek, JAPOS.CO – Gara gara tidak dapat meminjam sebuah gitar, cekcok mulut pun terjadi yang akhirnya berujung pada perkelahian tidak seimbang (pengeroyokan). Hal ini dialami oleh Yeplin Sijabat (korban) di sebuah kedai di Desa Situnggaling Kecamatan Merek Kabupaten Karo.  

Pelaku merupakan warga pendatang dari Nias namun sudah berdomisili di Desa Situnggaling. Kedua pelaku yakni Eliadil Laia (18) dan Gohiwa Auri Laka (19) yang berkerja sebagai buruh tani.  

Peristiwa ini terjadi, Senin (04/11) sekitar pukul 01.00 WIB. Hal ini dikatakan Camat Merek Tommy Heriko Sidabutar didampingi Muspika saat menenangkan masyarakat Situnggaling di sebuah gedung (jambur) untuk dilakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. 

“Iya, kita bersama warga dan Muspika berkumpul di jambur dan perselisihan paham ini yang terjadi tidak  dianulir berkepanjangan. Ditengah-tengah warga ini tentu kita harus tanggap, maka kita adakan musyawarah, (runggu dalam budaya karo),” ujarnya. 

“Sebab, saat dikumpulkan warga pendatang yang asal usul dari Nias yang berdomisili di Desa Situnggaling, lalu diadakan pendataan guna kelengkapan adminitrasi kependudukannya semua. Ternyata masih banyak suku Nias dijumpai belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk). Nah ini tadi juga sudah kita koordinasikan kepada Dinas Dukcapil supaya mereka melakukan pelayanan ke Desa Situnggalimg,” ujar Tommy. 

Hasil musyawarah tadi, kata Tommy, telah menghasilkan beberapa poin-poin yang harus dipatuhi bagi masyarakat Situnggaling  dan pendatang, diantaranya masyarakat pendatang supaya dalam waktu 1 minggu dimulai dari sekarang supaya melengkapi dokumen kependudukannya, pemilik rumah kontrakan melarang yang mengontrak lebih dari 1 rumah tangga, memberlakukan jam malam dengan tidak boleh berkumpul sampai batas jam 22.00 WIB kecuali dalam kegiatan keagamaan dan sosial lainnya. 

Sementara kedua pelaku keributan telah diamankan dan diboyong ke Polsek Tigapanah untuk dilakukan pemeriksaan.  

Kapolsek Tigapanah AKP Ramli Simanjorang menyatakan bahwa peristiwa ini institusinya siap melakukan  proses secara hukum sesuai dengan undang undang yang berlaku. 

“Harapan kedepan, khusus wilayah Merek kita akan surati Satpol PP agar di jadwal untuk razia pendaatan penduduk pendatang yang belum memiliki KTP, supaya dapat diurus ke Dukcapil. Ini tujuan kita kedepan,” imbuh Tommy.(Jhonranes)

 406 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *