Jaksa Diminta Siapkan Tuntutan, Kuasa Hukum Layangkan Surat Minta Perlindungan ke Kejati DKI dan Ketua PN

Jakarta, JAPOS.CO – Sempat ditunda karena alasan sakit, sidang terdakwa Rawi Sangker kasus pemalsuan surat kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (4/11) dengan agenda keterangan saksi yang meringankan.

Saksi yang dihadirkan pihak Kuasa Hukum terdakwa kehadapan Majelis Hakim, seorang tenaga bongkar muat, Rasiman.

Rasiman menyampaikan kepada Majelis Hakim, Antonius Simbolon bahwa dirinya baru kenal dengan terdakwa Rawi Sangker sekitar 6 bulan.

Namun Rasiman mengaku tidak terlalu mengetahui terkait perkara PT Taruma Indah.

“Pernah mendengar PT Taruma Indah, tetapi tidak mengetahui strukturnya, ” jelasnya kepada Majelis.

PT Taruma Indah menurut Rasiman, dahulunya bergerak dibidang pengembangan di Kawasan Pulo Gadung Industri.

“Dulu Jaya Rahman pemilik PT Taruma Indah namun meninggal pada Agustus tahun 2016, “terang Rasiman.

Menjawab pertanyaan Majelis, Rasiman menjelaskan tidak mengetahui pekerjaan sehari-hari terdakwa dan dia tidak mengenal Mad Rais.

Menutup persidangan, Antonius Simbolon menyampaikan persidangan ditunda pada hari Rabu, (6/11) dan meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyiapkan tuntutannya.

“Jumat paling lambat pembelaan, agar ada waktu untuk majelis menentukan putusan,” tutupnya.

Sementara Kuasa Hukum Ahli Waris, Edy Wilson Harahap saat diminta tanggapan terkait jalannya persidangan mengatakan sudah melayangkan surat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) untuk meminta perlindungan hukum.

Menurut Edy, upaya tersebut dilakukan menyusul jalannya persidangan yang telah ditunda dua kali.

“Kita telah mengirimkan surat perlindungan,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (04/11).

“Kita sudah memohon perlindungan hukum dan keadilan ke Kajati dan Ketua PN Timur agar sidang berjalan transparan,” tambahnya.

Edy berharap agar majelis hakim memutuskan kasus Rawi Sangker dengan seadil-adilnya. “Sebagai bentuk penegakan keadilan di tengah-tengah masyarakat, ”singkatnya.(Red)

 270 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *