PT SMA Aek Nabara Melaksanakan Pendidikan Budidaya Kelapa Sawit Di SMK Negeri 1 Silangkitang

Labusel, JAPOS.CO – PT Supra Matra Abadi (SMA) Aek Nabara menyampaikan materi pendidikan budidaya Kelapa Sawit di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Silangkitang, Jumat (1/11/2019) yang dilaksanakan di ruangan SMK Negeri 1 Silangkitang Desa Sukadame Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara.

Manager Kebun PT SMA Aek Nabara Friendky Rumahorbo menyampaikan kami dari PT SMA kembali menyampaikan pembelajaran budidaya Kelapa Sawit di sekolah ini dan inilah yang kedua kali dalam tahun 2019 ini, yang sebelumnya kami menyampaikan cara merawat kelapa sawit mulai dari pembersihan, pengenalan gulma sampai kepada sistem pemupukan.

Hari ini kami akan menyampaikan materi tentang kelapa sawit dengan materi hama dan penyakit kelapa sawit dan pelaksanaan kastrasi , karena kelapa sawit merupakan tanaman yang berkembang biak untuk itu kami akan menjelaskan secara detail bagaimana kelapa sawit berkembang biak dengan teknis agronomis yang benar supaya dapat bertahan dengan hasil produksi yang baik juga jelas Manager Kebun PT SMA.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Silangkitang, Dra Hesti Ermawan yang didampingi oleh Wakepsek Kurikulum, Florius Herry Nababan menyampaikan terimakasih kepada Manager PT SMA Aek Nabara beserta rombangan yang bersedia datang ke sekolah kami untuk menyampaikan pendidikan budidaya kelapa sawit dengan materi jenis penyakit kelapa sawit dan pelaksanaan kastrasi.

Materi budidaya kelapa sawit dengan materi hama penyakit dan kastrasi disampaikan oleh Asisten Kebun PT SMA Aek Nabara Heru J Lingga.

Menurut Heru J Lingga, hama dan penyakit kelapa sawit dapat timbul bila ekosistem terganggu, organisme tersebut dapat berubah menjadi organisme pengganggu tanaman (OPT) dan gangguan salah satu hama penyakit dapat menimbulkan kehilangan produksi lebih dari 90 persen.

“Jenis hama yang biasa pada tanaman kelapa sawit berbagai macam ulat pemakan daun ( ulat kantong, ulat api dan ulat bulu), tikus, rayap, orites, dan lainnya dan untuk pencegahan harus dilakukan pengamatan atau sensus pokok setiap bulan dan melakukan pembasmian hama dengan kimia atau sistem hayati dengan membuat media bagi predator bagi ulat tersebut, “jelasnya.

Lanjut Heru, kastrasi adalah membuang semua organ generatif, yaitu bunga jantan, bunga betina dan seluruh buah yang berguna untuk mendukung fase vegetatif tanaman kelapa sawit.

“Kelapa sawit berbunga mulai usia 12 bulan namun belum sempurna membentuk buah dan kastrasi di lakukan setiap bulan sampai berumur 23 bulan dan di hentikan 6 bulan sebelum kelapa sawit dipanen, ” terang Heru J Lingga.

Praktek kastrasi dilaksanakan di areal program sekolah sawit lestari di Desa Sukadame Kecamatan Silangkitang milik SMK Negeri 1 Silangkitang yang ditanam oleh PT.SMA Aek Nabara.

Acara pendidikan budidaya kelapa sawit ini dihadiri oleh Siswa kelas 10 dan 11 SMK Negeri 1 Silangkitang, Manajer Kebun PT.SMA Aek Nabara Friendky Rumahorbo, CRS Sumut Aria Yuneidi, Humas PT.SMA Sumarjono, Asisten Kubun Heru J Lingga.(At)

 803 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *