Pekerjaan Paket PISEW di Desa Banjarwungu dan Kemuning Jadi Ajang Bancakan

Sidoarjo, JAPOS.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur dalam Program Kerja Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) tahun anggaran 2019, melakukan pekerjaan dengan nama kegiatan pembangunan TPT, Jalan Paving dan Pelebaran Jembatan senilai Rp 590 juta dan BOP Rp 10 juta yang dikerjakan di 2 desa yaitu Desa Banjarwungu dan Kemuning.

Menurut keterangan yang diperoleh Jaya Pos dari papan informasi yang terdapat di lokasi kegiatan, untuk Desa Banjarwungu, volume kegiatan (1) Tembok Penahan Tanah (TPT) 782,5, tinggi 0.30 s/d 1,30 cm. (2) Jalan Paving  Panjang 457,5 dan lebar 3 meter dan (3) Pelebaran Jembatan  panjang 3 meter  lebar 0,4 s/d 1,1 meter dengan ketebalan 0,2 m.

Sementara volume kegiatan untuk Desa Kemuning, (1) TPT panjang 405, tinggi 0,35 s/d 1,30 m, (2) Jalan Paving panjang 228,5 lebar 1,1 s/d 3 m.

Dalam hal ini, pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) Sumber Barokah Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo, No Pks 126/PKS-PISEW/Jatim/2019 tanggal 30 April 2019  dan dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Namun ketika dilakukan pengecekan dengan cara diukur, ditemukan banyak kekurangan yang dapat dikategorikan penyimpangan, seperti pada (1) ketinggian pasangan batu di lokasi kegiatan paling tinggi 1 meter, (2) ketebalan pasangan batu paling tebal 30 cm, (3) mutu beton pada paving stone kurang dari K300, (4) tidak menggunakan kastin tapi diganti dengan cor beton mutu rendah dan (5) tidak menggunakan uskup.

Melihat ketidaksesuaian dengan apa yang tertera di papan informasi dengan fisik kegiatan, Jaya Pos lalu melakukan penelusuran lebih jauh dengan mewawancarai warga di sekitar lokasi kegiatan. Dari 5 orang yang dimintai pendapat, disimpulkan tidak ada keterbukaan dari pihak pengelolaan dana PISEW di Desa Banjarwungu dan Desa Kemuning Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo.

Yuwono Kepala Desa Kemuning yang disambangi di kantornya untuk konfirmasi, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Demikian pula dengan Kades Banjarwungu, sedang tidak masuk kantor. Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kades menyarankan agar menemui Kepala Dusun Buntut Desa Kemuning yang disebut sebagai Kasatlak pekerjaan PISEW dimaksud.

Sementara dari hasil ukur dan hitungan yang dilakukan konsultan independen yang turut ikut dalam tim, menyimpulkan bahwa total biaya yang dihabiskan untuk fisik kegiatan senilai Rp 358.532.100 itu sudah termasuk PPn dan PPh senilai Rp 67.850.000.

Sehingga, bila dialokasikan dana senilai Rp 600 jut maka masih ada sisa Rp 241.467.900. Uang sejumlah ini, menurut konsultan, diduga menjadi ajang bancakan oleh oknum yang terlibat dalam kegiatan PISEW di kedua desa tersebut.

Menyikapi hal ini, Ketua LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) Ir Didik Wahono SH MSi yang juga turut hadir di lapangan, Kamis (31/10) menyayangkan terjadinya aksi ambil untung yang diduga dilakukan oleh satlak dan kroninya  sehingga  pekerjaan yang dilakukan sampai saat ini belum mampu diselesaikan.

Lebih jauh Didik menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk melaporkan orang orang yang terlibat kepada aparat hukum.(Zein) 

 1,388 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *