Memperingati Sumpah Pemuda, Puluhan Organisasi Deklarasi Menjadi Persatuan Nusantara Maju

Jakarta, JAPOS.CO – Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang bertajuk “Peranan Sumpah Pemuda Dalam Kemerdekaan” ratusan peserta dari puluhan organisasi deklarasikan diri menjadi Persatuan Nusantara Maju (PNM) di Kedai Kopi Banksaku, Jl. Biak, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/10).

Ketua Panitia PNM, Aep Sunandar mengatakan bahwa tujuan dari PNM adalah mengedepankan nilai-nilai luhur kepemudaan yang lebih maju dan melenial.

“Ahamdulilah acara ini kita selengarakan dengan sedikit waktu yang kita perlukan untuk persiapan, sesingkat-singkatnya dan di tanggal 28 oktober 2019 inilah lahirnya persatuan nusantara maju,” ujarnya.

Dia memaparkan bahwa dalam acara tersebut dihadiri kurang lebih 50 organisasi dengan 150 perwakilan.

“Kalau kita mau bicara itu mungkin bisa lebih dari 150 seperti itu,” paparnya.

Aep juga berpesan kepada para pemuda untuk lebih mengedepankan nilai-nilai luhur. “Jadi, untuk pertama bagi melenial, kita harus mengedepan kan nilai-nilai luhur dari sumpah pemuda ini,” pesannya.

Sementara Indrawati Soegandi seorang nasionalis menambahkan peran pemuda selalu penting dan sentra.

“Saya coba menghayati sejarah sumpah pemuda itu ada Jong Madura, Jong Java, mereka tidak mengotak-kotakan, mereka bersatu ada kondisi objektif saat itu masih masa penjajahan. Saya juga coba menghayati intelektualitasnya mereka tinggi seperti Muhammad Yani, seperti tidak ada persaingan dan saling menghargai tidak ada ego kedaerahannya, “terangnya.

Menurut Indrawati, sumpah pemuda ini beautiful, sebetulnya ini terbentuknya Bangsa Negara yang beraulat.  “Saya melihatnya seperti itu sebagai generasi lebih tua, “ jelasnya.

Kesadaran yang tertuang dalam tiga butir sumpah pemuda tadi, kata Indrawati sudah semestinya lebih digaris bawahi, penjelasan harus lebih komprehensif.

“Pertama, bangga menjadi bangsa Indonesia dalam hal ini  membangun karekter bangsa, karakter manusia yang jujur dan amanah. Kedua, bertanah air satu, padahal nusantara ini dengan segala pulau budayanya, tanah, laut dan dirgantaranya itu yang harus dijaga. Ketiga, berbahasa satu bahasa Indonesia, kita bertutur sebagai ekspersi dari rasa budaya hubungan antar manusia sebagai pemikat, “tutupnya.

Kegiatan tersebut turut dihadir, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi mantan Aster KASAD, Komjen Pol Darma Pongrekun, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indrawati Soegandi Nasionalisme, Ketua Angkatan Muda Pattimura Rido Nilson. T, Nency Angela Hendriks, Sekjen Patriot Makunimakasiou.(Red)

 502 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *