Ketua Kelompok Tani Desa Bulu Cina Kunjungi Redaksi Jaya Pos

JAKARTA, JAPOS.CO – Pengurus Kelompok Tani (Koptan) Mekar Sari Desa Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara telah melayangkan surat kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Kemeterian ATR BPN RI hingga Kementerian (Kemen) BUMN meminta pemberian rekomendasi terkait pembayaran asset atas tanah yang berlokasi di Desa Bulu Cina tersebut.

Hal itu disampaikan Warnoto Ketua Koptan Mekar Sari didampingi Sekretaris Robinson Sitorus Pane, saat mendatangi kantor redaksi jaya pos di Jl. Ahmad Yani No 2 Utan Kayu By Pass, Jakarta Timur, Jumat (1/11/2019). Disebutkan ada beberapa poin penting dalam surat yang disampaikan kepada instansi terkait yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.

Menurut Warnoto, surat BPN No.684/10-12.07/vi/2016 tentang permohon indentifikasi subjek dan objek terhadap SK. Gubernur Sumatera Utara No.592.1/146/DS/I/1985 tanggal 18-1-1985 yang terletak di Desa Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak seluas 69.3250 HA atas nama 95 orang.

Dalam surat yang ditanda tangani Kepala Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang tersebut, mewajibkan kepada ke- 95 orang tersebut membayar redistribusi untuk Negara sebagai syarat untuk menindaklanjuti mendapat hak milik kepada penerima yang dimaksud.

“ Kami siap membayar distribusi kepada Negara agar dapat ditindak lanjuti tanah kami itu menjadi sertifikat. Tentu untuk pembayaran distribusi tanah yang kami garap dari sejak orantua kami itu ada arahan dan tindak lanjut dari BPN, mulai dari pengukuran oleh pihak BPN, sehinggah kami tau jelas berapa dana yang perlu kami bayarkan “ ujar Warnoto.

Tanah yang mereka perjuangkan bukan saja yang 95 Ha, tapi masi ada beberapa tempat yang  harus bayar distrubusinya, seperti halnya di Pasar X Desa Bulu Cina seluas 5,3 Ha, Pasar 3 dan 4 seluas 60 Ha, Pasar 6 seluas 65 Ha, Pasar 7 s.d 13 seluas 150 Ha,   dan Pasar V seluas 0,45 Ha.

Untuk itu Warnoto berharap para pihak-pihak terkait dapat segera menindaklanjuti surat yang telah dilayangkan sehingga hak-hak para masyarakat tani di Desa Bulu Cina dipenuhi.

“ Kami sudah 1 Minggu di Jakarta, kami berharap Menteri ATR BPN dan menteri BUMN segera menindak lanjuti surat kami agar kami cepat pulang. Jika surat kami belum dijawab atau tidak dapat bertemu dengan pejabat terkait, kami tetap di Jakarta walaupun kami tidur di emperan terminal dan minta belas kasihan dari warung warung yang ada sekitar terminal agar kami dapat makan. Tujuan kami ke Jakarta ini, harus ada kepastian hukum terkait tanah-tanah yang perjuangkan dari orangtua kami ” ujar Robinson Sitorus. (Red)

196 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *