Sidang Perdana Nucky Triwardhani Kasus Dugaan Penipuan di PN Jaktim

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang perdana kasus penipuan dengan terdakwa Nucky Triwardhani digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (31/10) dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yoklina Sitepu, SH dalam persidangan dihadapan Majelis Hakim, Wahyu Setyoningsih dengan nomor perkara 1095/Pid.B/2019/PN Jkt.Tim.

Seperti yang tertuang dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaktim, diketahui bahwa pada sekitar Juli 2018 lalu di Jl. M.T Haryono Commercial Tower, Apartemen Signature Park, Cawang, Jakarta Timur terdakwa diduga dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

Atas perbuatan terdakwa sebagaimana tersebut diatas, diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP atau kedua diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP, dan Ketiga perbuatan terdakwa sebagaimana tersebut diatas, diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 UU RI  No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan  Tindak  Pidana  Pencucian Uang (TPPU).

Sementara dari terdakwa disita barang bukti berupa 1 (satu) lembar Surat Kesepakatan Bersama tertanggal 31 Desember 2018, antara Nucky Triwardhani dengan Naura Maringka, ditanda tangani diatas materai tempel Rp. 6000,- oleh terdakwa yang disaksikan oleh Donny S. dan Afiah, 1 (satu) lembar Surat pernyataan terdakwa tertanggal 17 Februari 2019, ditanda tangani diatas materai tempel Rp. 6000,- dengan disaksikan oleh Naura Maringka, 1 (satu) Bundel Print out Rekening Korang Bank Central Asia (BCA) Nomor rekening : 2861467238 atas nama Naura Maringka, periode Juli 2018 s/d Desember 2018; d. 1 (Satu) Unit Handphone Merk Iphone X, Warna Hitam, model MQAC2PA/A, nomor IMEI : 353048092258443; serta 1 (Satu) Unit Handphone Merk Samsung S8

Atas dakwaan tersebut Majelis Hakim memberi waktu kepada kuasa hukum terdakwa untuk memikirkan apakah akan menerima atau melakukan esepsi.(Red)

 456 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *