Kuasa Hukum Menduga Adanya Malpraktek oleh dr Taufik Hidayat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

Pekanbaru, JAPOS.CO – Sungguh menyedihkan apa yang dialami oleh Marianto Gulo (16) warga Tapung Hilir, Riau yang masih duduk dibangku SMP. Dengan berbekal jaminan kesehatan masyarakat BPJS, Saroziduhu Gulo membawa anaknya untuk berobat. Bukannya mendapatkan kesembuhan, tapi kondisi anaknya malah semakin buruk dan harus bolak balik hingga lima kali dioperasi.

Anak tersebut mengalami adanya dugaan malpraktek akibat tidak ditangani secara serius oleh dokter dari RSUD Arifin Achmad pada operasi yang dilakukan padanya dan ada kesan terjadi penelantaran terhadap dirinya.

Kuasa Hukum pihak pasien RMB Pasaribu, SH MH menceritakan kepada tim Japos.Co bahwa pada awal tahun 2017 pasien Marianto mengalami sakit pada bagian perut dan dilarikan ke Puskesmas tapung hilir, kemudian pihak Puskesmas merujuk ke RS Syafira Pekanbaru.

Penanganan RS Syafira hanya rontgen pada bagian perut dan diberikan obat, karena pada saat itu RS Syafira tidak ada kamar untuk pasien, sehingga dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, (31/01/2017).

Setibanya di RSUD Arifin Achmad, diagnosa dari pada dokter pada saat itu adalah usus buntu dan Pihak RS menyarankan akan dilakukan penanganan operasi pada si pasien. Pada hari Rabu pukul 03.00 wib sudah diruangan operasi, dilakukan operasi pertama. Setelah dioperasi berubah menjadi tumor. Tanggal 08/02/2017 pasien pulang ke rumahnya dengan  keadaan lubang saluran pembuangan berada dibagian perut sebelah kanan yang dilengketkan sebuah kantung plastik (Plastomi).

Juli 2017, pasien pergi kontrol ke RSUD untuk menutup ( Plastomi ) yang dianjurkan oleh dokter Taufik dan dilakukan operasi kedua. Sekitar seminggu pasca operasi kedua, perut pasien mengalami pengembungan diperut dan pendarahan pada bagian jahitan.

Kembali dilakukan operasi ketiga untuk membuat plastomi yang kedua setelah Perut pasien membengkak.

Seminggu setelah plastomi kedua dibuat, pasien mengalami pendarahan kembali pada bagian jahitan dan dilakukan kembali operasi keempat dan operasi itu dilakukan oleh dr Mulyadi (dokter bedah plastik) pada September 2017.

Bulan Oktober 2017 kemudian pasien pulang ke rumah, hingga bulan November 2017 pasien mengatakan untuk tidak ke rumah sakit lagi dikarenakan pasien mengalami trauma akibat penangan rumah sakit tersebut.

Bulan Juni 2018 pasien kembali mengikuti kegiatan di sekolah seperti biasa dengan keadaan Plastomi melekat pada bagian perut. Hingga pada April 2019 pasien mengalami demam tinggi dan harus dilarikan kembali ke Puskesmas Tapung Hilir sampai 4 hari diopname. Akhirnya pasien kembali lagi ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, selama 1 minggu pasien di dalam ruangan tidak mendapatkan penanganan apapun dari pihak Rumah Sakit.

Pada bulan Juli 2019 pasien kembali dilakukan operasi kelima kalinya yang ditangani oleh dr Taufik dan hingga saat ini pasien masih terbaring di RSUD.

Kuasa Hukum pasien RMB Pasaribu menduga bahwa dr Taufik semena–mena terhadap nyawa kliennya atas tindakannya tersebut.

“Kami selaku kuasa hukum, akan meminta pertanggung jawaban baik secara pidana maupun perdata, dan sesuai dengan undang–undang yang berlaku di NKRI. Bayangkan selama 3 tahun anak ini harus merasakan sakit yang luar biasa ” tegasnya.

Tim media Japos.Co mengkonfirmasi kepada pihak RSUD Arifin Achmad terkait kebenaran peristiwa tersebut dan disambut langsung oleh Direktur RSUD tersebut, dr Nuzelli mengatakan bahwa upaya dokter yang menangani pasien sudah dilakukan penanganan yang tepat.

“Pada awalnya pasien menderita infeksi usus buntu, jika infeksi bisa terjadi beberapa kemungkinan. Menurut saya, dokter yang menangani pasien tersebut adalah dokter yang berkompeten untuk menangani hal itu. Namun untuk lebih jelas, silahkan bertanya kepada dokternya langsung yang menangani pasien ini, sebab saya tidak bisa menjelaskan lebih detail, ” jelasnya.

Namun hingga saat berita ini diterbitkan, dr Taufik Hidayat sendiri yang menangani pasien Marianto belum bisa dihubungi.(AH)

 

 1,938 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *