Ditahan Enam Hari, Enam Terduga Penyalahgunaan Narkoba Dibebaskan Polres Ketapang

Ketapang, JAPOS.CO – Seperti diberitakan media masa, Jajaran Polres Ketapang Kalimantan Barat, tepatnya Polsek Kecamatan Sandai telah menangkap 9 (sembilan) orang yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba (Narkotika dan Obat Terlarang). 

Kesembilan orang tersebut diamankan di dua tempat berbeda di hari yang sama, Selasa (15/10) dengan jarak waktu (berselang) kurang lebih 2 (dua) jam. 

Penangkapan pertama, polisi berhasil mengamankan lima orang beserta barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,38 gram. Mereka ditangkap  di salah satu kafe Kecamatan Sandai sekitar pukul 15.00 wiba, masing-masing berinitial HP (21th), SL (19th), KS (21th), AN (27th) dan JH (32th). 

Untuk penangkapan ke dua, Jajaran Polsek Sandai kembali mengamankan empat orang yang diduga penyalahgunaan narkoba, di rumah terduga berinitial LS (44th) beralamat Desa Sandai, Kecamatan Sandai. Penangkapat tersebut sekitar pukul 17.00 wib dan polisi berhasil mengamankan delapan kantong pelastik putih kecil yang berisikan diduga narkoba jenis sabu seberat  9,87 gram. 

Selain LS, polisi juga mengamankan tiga orang lainya yang merupakan teman LS, masing-masing berinitial CO (50th), KN (30th) dan SU (35th), yang pada waktu itu berada di sana. 

Setelah melalui pemeriksaan dan test urine, kesembilan orang tersebut dinyatakan positif  pengguna narkoba dan selanjutnya diserahkan ke Mapolres Ketapang untuk diproses lebih lanjut. 

Ketika melakukan pendalaman, enam dari sembilan yang diduga  penyalahgunaan narkoba itu dibebaskan, karena tidak cukup bukti. Dengan kata lain hanya tiga terduga yang ditetapkan sebagai tersangka. 

Tak dipungkiri, berita penangkapan dan pembebasan oleh jajaran Polres Ketapang membuat heboh warga. Akhirnya, dengan tidak begitu lama pihak Polres Ketapang melakukan klarifikasi. 

Dilansir dari  Kabar Daerah.com, Mapolres Ketapang melalui Kasat Narkoba AKP Anggiat Sihombing menjelaskan, pelepasan enam orang yang diduga penyalahgunaan narkoba tersebut karena tidak cukup bukti. Mereka adalah AN, JR, KI, CO, KN dan SL. Sedangkan yang lainya yakni SU, HP dan SL ditetapkan sebagai tersangka. 

Dipaparkan, sebelum dibebaskan keenam warga tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan di Mapolres Ketapang dan melakukan penahanan selama enam hari lamanya sesuai dengan aturan yang ada. 

Namun setelah melakukan pemeriksaan  serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), fakta menunjukan bahwa keenam orang yang awalnya diduga melakukan penyalahgunaan narkoba, menunjukan tidak cukup bukti untuk di proses hukum lebih lanjut. 

“Setelah melakukan rekonstruksi kasus ini, hanya tiga tersangka yang cukup bukti untuk dilanjutkan perkaranya ke penyidikan, yakni SU selaku penjual, sedangkan HP dan SL dipersangkakan dengan pasal 112 ayat 1, 127 ayat 1 dan pasal 132,” terangnya pada media tersebut. 

Menurut  Kasat Sihombing, meski keenam orang yang dibebaskan terbukti positif test urinenya, namun mereka  mengkonsusmsi narkoba bukan pada hari penangkapan. Sehingga pihaknya tidak bisa menggunakan pasal untuk pemakai berdiri sendiri karena pasal pemakai hanya pasal penyerta, harus ada pasal induknya. 

“Tes urine memang positif, namun mereka memakai bukan  pada saat penangkapan, atau memakai beberapa waktu lalu,” tegasnya. 

Selanjutnya dia menghimbau agar masyarakat menjauhi narkoba, karena narkoba berdampak buruk  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Sejak Januari s/d Oktober,  Polres Ketapang telah menangani 73 kasus penyalahgunaan narkoba  dan telah menetapkan  91 tersangka. Sementara kasus yang terbanyak terjadi  di wilayah hukum Polsek Marau, Sandai, Kendawangan dan Ketapang,” katanya, Senin (28/10/19). (TM/Har)

 

 3,166 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *