Jaksa Periksa Pejabat Bangka, Begini Tanggapan Bupati Mulkan

Bangka, JAPOS.CO – Ketika seseorang yang dipanggil jaksa atau polisi, tidak serta merta orang itu dinyatakan bersalah. Demikian dikatakan Bupati Bangka Mulkan SH MH, terkait pemanggilan anak buah Bupati Bangka, As Kadispora, PPTK serta pejabat pengadaan pada proyek toilet. 

Bahkan, kata Mulkan, pemanggilan itu merupakan hal yang biasa dikarenakan diperlukannya sebuah informasi dan klarifikasi. 

“Kan begini, bukan berarti ketika dipanggil jaksa atau polisi orang itu bersalah. Perlu suatu informasi dan klarifikasi, kan wajar mencari informasi tidak masalah itu biasa,” kata Bupati Mulkan kepada Japos.co, Senin (28/10) di kantornya. 

Menurut Mulkan, pemanggilan terhadap seseorang oleh jaksa atau polisi merupakan hal yang biasa dan sebuah proses yang normal. 

“Tidak masalah, itu biasa, jangan ketika orang dipanggil jaksa dan dipanggil polisi orang bersalah, salah penafsiran itu. Saya pikir normal-normal saja lah, lagian sampai hari ini kita dari tim inspektorat belum turun, belum audit, kan baru selesai pekerjaan, nanti secara internal kan dari inspektorat akan menyampaikan ke bupati kalau ada temuan-temuan,” jelas Mulkan.

Disinggung jika nantinya terbukti oleh jaksa ditemukan adanya penyimpangan dalam proyek fisik toilet, Mulkan mempersilahkan untuk jaksa memprosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku. 

 “Ya nanti silahkan lah, kita lihat perkembangannya kedepan seperti apa. Jangan berandai-andai kita lihat finalisasinya, berandai-andai itu tidak  bagus, silahkan ikuti proses,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Rilke Jefri Huwea SH MH menegaskan akan segera menyelesaikan kasus dugaan penyimpangan proyek toilet tahun 2019 yang saat ini sedang ditangani pihaknya. 

“Minggu ini instensif pemanggilan serta pemeriksaan pihak terkait. Saya sudah perintahkan Kasi Pidsus agar minggu ini ada kesimpulan apakah dinaikkan ke tingkat penyidikan atau sebaliknya dihentikan. Intinya minggu ini harus ada kesimpulannya,” tegas Kajari Bangka, Rilke Jefri Huwea saat di temui Japos.co di kantornya, Senin (28/10). 

Seperti diketahui, belum lama ini anak buah Bupati Bangka, As Kadispora, PPTK serta pejabat pengadaan pada proyek toilet telah dilakukan pemanggilan guna dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejari Bangka. (Oby)

 365 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *