Proyek Pengurukan Jalan Di Bandaran Winongan Diduga Tidak Sesuai Anggaran

Pasuruan, JAPOS. CO – Banyaknya proyek pembangunan di Pasuruan wilayah timur sangat diapresiasi banyak kalangan terutama para penggiat dan pemerhati lingkungan. Akan tetapi ada beberapa yang perlu dilakukan pengecekan terkait dugaan adanya penyalahgunaan anggaran khususnya Dana Desa (DD). Demikian dikatakan Sumarsono selaku Ketua LPK-SM Rakyat Sejahtera.

“Saya amati ada beberapa yang harus dilakukan pengecekan khususnya pekerjaan pengurukan jalan di Desa Bandaran, Kecamatan Winongan,” ujarnya.  

“Saya menduga ada pengurangan volume dan anggaran, hal ini harus di cek oleh pihak berwenang. Kalau saya cek kemarin itu terlihat adanya ketebalan yang sangat diragukan, jika tidak salah kalau dihitung Volume Urugan 0.15 + 0.25 = 0.40 : 2 = 0.20 x 5 meter  =  1 meter x panjang 250 meter,  jadi total volume yang ada di lapangan 250 meter kibik.  Semestinya yang harus dilakukan volumenya 687.5 meter kibik,” tambahnya. 

“Akan tetapi biar pihak berwajib saja yang mempunyai kewenangan melakukan cek and ricek lokasi, karena kita tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah akan tetapi kalau pihak berwajib yang melakukan pengecekan sudah seharusnya,” ungkap sumarsono.  

Sementara itu ketika dikonfirmasi beberapa kali ke Balai Desa Bandaran bahkan ke rumah, Kepala Desa bandaran masih belum dapat ditemui. Namun akhirnya ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Kepala Desa Bandaran, Tohari mengatakan bahwa semua sudah sesuai bahkan sudah dilakukan peninjauan oleh pihak kecamatan, polsek, kormil juga.

“Kalau semua tidak beres tidak mungkin camat mau tandatangan,” ungkapnya melalui ponsel, Senin (14/10). 

Sebelumnya, Luqmans selaku Sekdes mengatakan bahwa pengurukan jalan dusun makam berasal dari dana DD tahap awal. “Untuk hal ini yang lebih jelas bisa menghubungi Kasun setempat dan kepala desa, karena saya tidak seberapa paham kalau masalah proyek,” ungkapnya pada awak media, Kamis (10/10/2019). 

Perlu diketahui, pekerjaan pengurukan jalan itu menelan dana sebesar Rp. 100 juta dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019 tahap awal. (SP) 

 552 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *