Saksi: PT Taruma Indah Berdiri Tahun 1979 Dan Sudah Berperkara

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang kasus pemalsuan surat dengan terdakwa Rawi Sangker kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU)Tri Wahyu Pratekta menghadirkan saksi Maduwen kehadapan Majelis Hakim, Antonius Simbolon.

Dalam persidangan Jaksa mempertanyakan kepada saksi terkait dokumen alas hak dan nomor dokumen tersebut. Dalam kesempatan itu, saksi berikutnya yakni kepala seksi pemerintahan Kelurahan Jatinegara, Bambang turut dihadirkan.

“Adakah alas hak dilihat dari dokumen ini, dokumen ini berapa saja nomor,” kata Tri Wahyu.

Seingat saksi dokumen itu dengan bernomor 114 dan 86. Kata dia lagi, telah menyerahkan beberapa dokumen perihal tanah PT Taruma Indah.

Menurut Sudawen, untuk PT Taruma Indah itu sendiri berdiri sejak tahun 1979 dan perusahaan itu juga tercatat telah berperkara hingga ke Mahkamah Agung melawan Madrais selaku Penggugat.

“Setahu saya girik bernomor 114, 86. Jadi ada beberapa dokumen saya serahkan. Sejak 1979 Madrais sudah menggugat hingga ketingkat Mahkamah Agung,” sebutnya.

Sementara, Majelis Hakim menyampaikan akte dokumen pun tak luput jadi bahan penjelasan yang dialamatkan terhadap saksi fakta itu.

“Tidak ada akte dokumennya, yang datang kelokasi saat itu siapa,” ujar Antonius Simbolon.

Atas perkara ini Direktur PT Taruma Indah, Rawi Sangker didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Pasal 266 ayat (1) KUHP, Subsidair Pasal 266 ayat (2) KUHP, lebih Subsidair Pasal 263 ayat (1) KUHP, lebih-lebih Subsidair Pasal 263 ayat (2) KUHP.(Red)

 818 total views,  5 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *