Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu: Kami Akan Melakukan Lidik Dan Memangil Pengusahanya

Labuhanbatu, JAPOS.CO

Aktipitas galian “C” di bantaran sungai Bilah jenis tanah urugan yang berlokasi di parlayuan ll Kelurahan Pulau Padang Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara yang diduga tidak memiliki izin dan beroperasi pada malam hari.

Menanggapi hal ini saat dikonfirmasi melalui Pesan WhatSaap Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu AKP Fadlun menyampaikan (15/10/2019)

“saya perintahkan Kanit Ekonomi Sat IK untuk Lidik dan Pulbaket serta memanggil Pengusaha Galian C untuk kita introgasi bang”, jelas Kasat Intelkam kepada wartawan.

Pantauan media dilokasi tanah yang digali diduga untuk menimbun jalur kereta api di RPK 2, sebagai kontraktornya PT. IPA ( Istana Putra Agung).

Sebelumnya KTU Dinas ESDM (energi sumber daya mineral) cabang wilayah lV Zulkifli paranginangin pada Minggu (13/10/19) menyampaikan kepada wartawan bahwa di kelurahan Pulo Padang tidak ada galian c yang memiliki izin, tegas Zulkifli Perangin-angin.

Pengakuan (D) yang bertugas sebagai operator alat berat excavator beko yang bekerja sudah 15 hari lamanya dilokasi galian c ” saya kerjanya malam bang mulai jam 20.00 WIB sampai pukul 4.00 WIB subuh, jelasnya.

Operator alat berat ini juga menjelaskan bahwa alat yang bekerja ada empat, kadang 5 unit excavator untuk melayani motor langsir yang mana jumlahnya lebih kurang 30 unit per malam, jadi per malamnya lebih kurang 40 trip/motor, jelasnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, SIK.MH saat dikonfirmasi melalui pesan WhatSaap nya (15/10/2019) hanya menyampaikan “Trims” dan tidak memberikan penjelasan dan tanggapan atas dugaan kegiatan galian “c” ilegal tersebut.

Menanggapi pemberitaan Diduga Galian. “c” ilegal beroperasi di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, Pengurus DPC LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara ( Penjara ) Selasa (15/10/2019) berharap agar Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat segera memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas pengusaha galian ” c” tersebut apabila tidak mengantongi izin, karena perbuatan oknum pengusaha ini jelas – jelas merugikan negara dan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, harapnya.(At)

 342 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *