Fachrori: Kehadiran LSM Rikolto Belgia Membantu Petani Jambi   

Jambi, JAPOS.CO – Gubernur Jambi, H Fachrori Umar, M Hum menyatakan bahwa kehadiran LSM Rikolto dari Belgia sangat membantu petani kopi di Provinsi Jambi. Hal itu dikemukakannya dalam jamuan makan malam Pemerintah Provinsi Jambi  bersama Kedutaan Besar Belgia beserta rombongan dalam rangka perayaan 70 Tahun Hubungan Bilateral Belgia Indonesia, di rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (11/10).

Gubernur Jambi mengaku senang akan kunjungan yang memberi manfaat bagi pengembangan pertanian, perkebunan dan perdagangan dan ekonomi masyarakat. “Berbagi pendapat, berdiskusi mengenai potensi kerjasama,” ungkap Fachrori.

Provinsi Jambi termasuk dalam 34 provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera, secara geografis Provinsi Jambi dekat dengan daerah segi tiga pertumbuhan Malaysia Singapura dan Thailand dengan penduduk sekitar 3,4 juta orang yang tersebar pada 2 kota dan 9 kabupaten, serta pertumbuhan ekonomi Jambi dalam beberapa tahun terakhir selalu berada di atas 4,7%. Angka tersebut sebagian besar disumbangkan oleh sektor pertanian, pertambangan, dan sektor perdagangan sebagai sektor utama yang memiliki kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kelapa sawit, karet, kayu manis, teh, kopi, kelapa dalam, bubur kertas yang sebagian besar diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Taiwan serta negara-negara Asia dan Eropa. Ketergantungan yang tinggi Provinsi Jambi terhadap sektor pertanian ini menuntut perhatian tinggi pemerintah terhadap pinang, kayu manis, dan tentunya kopi,” ujar Fachrori.

Luas perkebunan kopi di Provinsi Jambi sampai tahun 2017 adalah 27.166 hektare yang tersebar di 10 kabupaten/kota dengan jumlah petani 27.995 KK, tiga jenis kopi robusta, arabika dan liberika dan dua jenis dari kopi Jambi sudah mendapat indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, yaitu Kopi Kerinci dan Kopi Liberika Tungkal Komposit.

“Pemerintah Daerah terus berupaya untuk mempromosikan kopi salah satu upaya promosi tersebut adalah dengan menjadi tuan rumah Hari Kopi Internasional,” jelas Fachrori.

Fachrori menyatakan, kunjungan LSM Rikolto Belgia sangat tepat mengunjungi Kerinci yang memiliki potensi komoditas kayu manis yang sudah mendapat sertifikat indikasi geografis dengan luasan perkebunan Kayu Manis  5.804 hektare  sebagian besarnya berlokasi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Kegiatan LSM Rikolto dari Belgia telah banyak membantu capacity building bagi petani kecil dengan mendampingi kelompok tani yang difokuskan pada kegiatan pertanian berkelanjutan, pengembangan rantai pasok, dan pemberdayaan petani,” terang Fachrori.

Gubernur berterima kasih atas dukungan Kemenlu Belgia, Kemdagri  RI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi untuk pengembangan kopi yang diharapkan terus berkembang, sehingga produk dapat memenuhi standar yang diminta oleh domestik maupun internasional.

Sementara Sekretaris Pertama Kedutaan Belgia untuk Indonesia, Mr Guillaume Goessens menerangkan hubungan baik Indonesia Belgia telah berlangsung lama dengan berbagai kerjasama yang terjalin dibidang ekonomi maupun pendidikan.

“Kerjasama sangat erat Pemerintah Indonesia Belgia dalam kurun waktu 70 tahun merupakan waktu yang lama telah mencapai banyak prestasi kerjasama menjadi partner yang sangat kuat,” ungkap Guillaume Goessens.

Guillaume Goessens menilai kedatangan dan kehadiran Belgia tidak hanya kerjasama tingkat tinggi, tetapi juga membutuhkan kerja sama tingkat dasar dalam banyak hal dan kegiatan kemasyarakatan.

“Para peneliti dan ilmuan Indonesia banyak melakukan studi di Belgia dan kerjasama yang kita harapkan mendorong pada peningkatan dan pemberdayaan masyarakat. Saya sudah tidak sabar lagi ke Kerinci yang menjadi pengalaman pertama saya,” kata MGuillaume Goessens.

Direktur Internasional Rikolto, Mr Chris Claes menyampaikan, LSM Rikolto telah melakukan kerjasama di 16 negara secara profesional dengan harapan kerjasama di Jambi guna mendukung usaha kecil, koperasi dan memberikan dukungan jaringan pedagang besar dan kecil, juga memberdayakan masyarakat lokal serta tetap memperhatikan ekosistem atau lingkungan.

“Rikolto 1950-an dengan program kecil di Flores, saat ini bekerjasama di 7 provinsi melakukan pendampingan, dengan harapan tetap dapat bekerja sama dengan program di Indonesia guna memberdayakan petani dan masyarakat,” ujar Chris Claes.

Kehadiran LSM Rikolto melakukan pendampingan dengan harapan melalui kerjasama tersebut  ikut membantu pengentasan kemiskinan dalam  perubahan ekonomi dan iklim yang ekstrim, memiliki ambisi masa depan menciptakan sistem makanan untuk orang perkotaan secara langsung memiliki akses ke petani.

“Petani sebagai produsen memiliki akses dengan kebutuhan perkotaan dan ini tentunya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” kata Chris Claes.

Para wakil bupati dan pejabat, serta pihak terkait ikut dalam jamuan makan malam tersebut.(Rizal)

52 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!