Diduga Tidak Mengutamakan Safety, Proyek RSUD Malingping Dipermasalahkan

Lebak, JAPOS.CO – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Peduli NKRI menduga pembangunan proyek poliklinik RSUD Malingping tidak mengutamakan safety. Proyek yang menggunakan anggaran milyaran uang negara tersebut, menurut mereka tidak memperhatikan keselamatan ( Safety ) pekerja proyek, padahal dalam perihal keselamatan adalah hal yang paling utama.

Seperti yang diungkapkan Adang Abadi, ketua Umum Rakyat Peduli – NKRI saat melakukan investigasi ke lapangan mengatakan pihak pemborong tidak mementingkan safety para pekerja proyek di RSUD Malingping .

“Saat kami lakukan investigasi proyek RSUD Malingping, kami melihat banyaknya pekerja yang tidak memakai sepatu boots, helm dan rompi seperti yang disebutkan di plang proyek,” ujarnya.

Adang menambahkan, sangat tidak pantas proyek dengan anggaran miliaran tidak memerhatikan safety pekerja. Selain terkait safety, perihal tentang adukan semen juga diduga tidak jelas komposisinya, ini dikhawatirkan akan membuat kwalitas bangunan tidak akan bertahan lama.

“Saya lihat di lokasi komposisi adukan tidak menggunakan ukuran yang sesuai, dan lain hanya menggunakan tenaga manual, ini kan proyek puluhan milyar masa ngaduk semen saja tidak pakai molen dan juga komposisi adukan tidak pakai ukuran saya khawatir kekuatan bangunan tidak akan bertahan lama, “ imbuhnya.

Perlu diketahui, Proyek pembangunan gedung Poliklinik RSUD Malingping menelan anggaran APBD Banten TA 2019 sebesar Rp 40.319.400.000 dengan pelaksana PT Adhikarya Putra Cisadane, Konsultan PT Pandu Persada dan di awasi oleh TP4D.(Yandri)

 1,883 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *