PT Abadi Kokoh Insani Pemilik Pelumas PIKOLI Diduga Lakukan Wanprestasi

Jakarta, JAPOS.CO – Sidang gugatan wanprestasi yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwi Dayanto antara PT Putera Mahakarya (Penggugat) melawan PT Abadi Kokoh Insani (Tergugat) di Pengadilan Negeri Jakarta timur, Senin (7/10).

Dalam gugatan Anton Mabianto selaku Direktur PT Putera Mahakarya yang beralamat di Komplek Griya Asri Cisintok A2 RT/RW 004/004, Kel. Cihanjuang, Kec Parongpong yang berkedudukan di Kota Bandung dalam hal ini diwakili oleh kuasanya Sakaria Tobing, SH mengajukan gugatan terhadap PT, Abadi Kokoh Insani yang beralamat di Jalan Otto Iskandardinata raya No. 19, Bali Mester Jatinegara, Jakarta Timur dan atau Jalan, Cipinang Muara II No. 30 A, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur sesuai dengan akta pendirian perusahaan No. 20 tertanggal 08 Nopember 1996 dengan mengalami perubahan dengan akta No. 09 tertanggal 08 Januari 1997 yang dibuat dihadapan Notaris Yuliania Sianipar, SH.

Adapun yang menjadi dasar gugatan dalam permohonan yang dibacakan pada persidangan bahwa penggugat adalah perusahaan yang berkedudukan di Kota Bandung sesuai dengan Akte Pendirian No. 17 Tertanggal 29 Agustus 2012 yang dibuat dihadapan Notaris Sulaiman Sitohang, yang bergerak diberbagai bidang yang salah satu nya di bidang penjualan barang.

Bahwa, sebelum penggugat berbadan hukum pada tahun 2006 sudah bekerjasama dengan tergugat menjadi agen minyak pelumas untuk kenderaan bermotor dengan merek PIKOLI yang dipunyai oleh tergugat.

Untuk mulai memperkenalkan dan memasarkan serta menjual minyak pelumas merek pikoli kepada masyarakat khususnya bengkel-bengkel kendaraan bermotor yakni dengan cara menitipkan kepada bengkel-bengkel atau konsumen penggugat dan hal itu berjalan sampai dengan penggugat berbadan hukum, dan tergugat puas dengan hasil yang dilakukan oleh penggugat, yang akhirnya merek minyak pelumas tergugat dapat di terima dikalangan masyarakat/bengkel-bengkel kenderaan bermotor sebagai minyak pelumas yang mempunyai kualitas bagus.

Selanjutnya dengan hasil kerja keras dan keberhasilan penggugat dalam memasarkan serta menjual minyak pelumas pikoli kepunyaan tergugat, penggugat mendapatkan kepercayaan dari rekanan penggugat yaitu bengkel-bengkel, sehingga kerjasama antara penggugat dan tergugat dituangkan dalam perjanjian kerjasama distributor pikoli dengan jangka waktu 2 tahun yaitu tahun 2013 sampai 2015 (sampai dengan sekarang secara Gentlemen Agreement).

Pada waktu penandatangan perjanjian kerjasama tersebut, penggugat sudah berbadan hukum, sehingga dilakukanlah perjanjian kerjasama antara penggugat dan tergugat yang dimana perjanjian tersebut menunjuk penggugat sebagai distributor tunggal merek pikoli di Jawa Barat

Kemudian dengan adanya perjanjian tersebut jelas terjadi pengikatan kerjasama antara penggugat dan tergugat yang menunjuk pengugat sebagai distributor tunggal untuk pemasaran dan penjualan minyak pelumas merek pikoli di daerah Jawa Barat.

Dalam salah satu klausul perjanjian tersebut dalam penjualan dan pemasaran penggugat diberikan hak diperbolehkan menunjuk sub agen dalam membantu melakukan penjualan dan pemasaran, serta berhak menjual produk minyak pelumas pikoli kepada konsumen dengan mendapatkan keuntungan margin kurang lebih sebesar Rp. 18.189,. (delapan belas ribu seratus delapan puluh sembilan rupiah) perbotol untuk kemasan 1 liter dan Rp. 15.747 (lima belas ribu tujuh ratus empat puluh tujuh rupiah) perbotol untuk kemasan 0.8 liter.

Lebih lanjut, setelah terjadi perjanjian kerjasama tertulis pada tahun 2013 s/d 2015 (sampai sekarang ini, di perpanjang secara Gentlemen Agreement) namun seiring berjalannya waktu, ternyata penggugat malah mengalami kemunduran dalam penjualan minyak pelumas pikoli.

Hal tersebut terlihat bahwa konsumen atau pelanggan-pelanggan kepunyaan penggugat, jadi profit/keuntungan yang di dapat oleh penggugat mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

Dikarenakan adanya penurunan angka penjualan dan profit pemasukan penggugat dalam memasarkan minyak pelumas pikoli, maka penggugat mencari tahu penyebab hal itu kenapa bisa terjadi minyak pelumas pikoli yang dijual penggugat tidak laku dijual kepada konsumen maupun rekanan-rekanan bengkel penggugat.

Adapun hasil dari penelusuran penggugat dilapangan ternyata ditemukan kecurangan yang dilakukan oleh tergugat. Perbuatan yang dilakukan oleh tergugat dengan cara memberi dan menjual kepada pihak lain untuk melakukan penjualan di daerah Jawa Barat, padahal sudah jelas penggugat adalah distributor tunggal penjualan dan pemasaran minyak pelumas pikoli yang ditunjuk oleh tergugat.

Atas kejadian tersebut, penggugat menanyakan dan mengadu kepada tergugat, kenapa memberikan pihak lain bisa masuk ke wilayah penjualan pengugat, yang membuat penggugat dirugikan, sehingga stok minyak pelumas pikoli kepunyaan penggugat tidak laku terjual.

Selanjutnya penggugat meminta tergugat untuk menghentikan perbuatannya untuk tidak memberikan produk minyak pelumas pikoli kepada pihak lain untuk dijual ke wilayah penjualan penggugat.

Hasil dari pertemuan tersebut disambut baik oleh tergugat dan tidak akan memberikan produk minyak pelumas pikoli untuk dijual di wilayah Jawa Barat dan hanya diperbolehkan mengambil kepada penggugat apabila pihak lain mau berjualan di wilayah Jawa Barat.

Namun fakta dilapangan tidak membuahkan hasil, seolah-olah tergugat membiarkan pihak lain untuk tetap melakuan penjualan di wilayah penjualan penggugat, yang membuat tetap saja produk barang stok minyak pelumas pikoli yang dijual penggugat tidak mendapatkan hasil atau terjual kepada konsumen rekanan bengkel pengguga.

Dalam kurun waktu yang tertuang dalam perjanjian dari tahun 2013 sampai dengan saat gugatan ini di daftarkan penggugat mengalami kerugian materil dan immateril atas kejadian tersebut, sehingga sangat jelas apa yang dilakukan oleh tergugat adalah WANPRESTASI (ingkar janji);

Penggugat merasa bahwa tergugat tidak melaksanakan isi dari pada perjanjian kerjasama yang telah menunjuk penggugat sebagai distributor tunggal di Jawa Barat, dengan cara tergugat tetap memberikan/menjual produk minyak oli tersebut kepada pihak lain untuk diperjual belikan.

Bahwa, penggugat tetap melakukan penjualan minyak pelumas pikoli dan mencoba kembali mengambil konsumen rekanan bengkel penggugat dengan cara mengikuti cara yaitu menjual minyak pelumas pikoli tersebut dengan harga rendah.

Dari harga awal yang pernah dijual penggugat dan tidak lagi memikirkan keuntungan margin Rp. 18.189,. (delapan belas ribu seratus delapan puluh sembilan rupiah) perbotol untuk kemasan 1 liter dan Rp. 15.747 (lima belas ribu tujuh ratus empat puluh tujuh rupiah) perbotol untuk kemasan 0.8 liter, asalkan masih mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut dalam jumlah sedikit jauh dari keuntungan margin yang diperoleh.

Akan tetapi penjualan itu juga tidak berjalan dikarenakan pihak lain juga menjual harga di bawah harga jual penggugat, dan hal ini semakin memperlihatkan bahwa tergugat sengaja mau mematikan jalannya usaha daripada penggugat sehingga membuat penggugat semakin mengalami kerugian yang sangat besar.(Red)

 

311 total views, 5 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!