Suardi SKM Putra Bantaeng Sebagai Sanitarian Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2019

Jakarta, JAPOS.CO – Sanitarian/Petugas Kesehatan Lingkungan, Suardi SKM menerima penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award di Auditorium Swabessy, Gedung Prof Sujudi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Selasa (2/10).

Penghargaan tersebut dalam rangka menyemarakkan hari kesehatan lingkungan sedunia ke-9 tahun 2019. Suardi SKM merupakan Putra Bantaeng sebagai Sanitarian Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2019 dan salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Loka, Kabupaten Bantaeng.

Suardi SKM mendapatkan penghargaan STBM Award ini diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof, DR, dr Nila Djuwta F Moeloek, SpM (K) serta kepada perwakilan 19 Kabupaten/Kota terpilih.

Setelah beberapa waktu lalu, salah satu Bidan Puskesmas Sinoa menorehkan prestasi yang membanggakan dengan meraih predikat 5 terbaik Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Loka, Kabupaten Bantaeng, Pak Ara’ demikian nama panggilannya, yang keseharian tinggal di Banyorang selalu menempuh 37 km setiap berangkat ke tempat kerjanya di Puskesmas Loka.

Menurut Kepala Puskesmas Loka, dr M Idris Galla, MKes, prestasi yang diukir salah satu stafnya tidak diperoleh dengan mudah, namun butuh kerja keras untuk meraihnya.

“Pak Ara sangat pantas menerima penghargaan ini dengan melihat kegigihannya dilapangan yang bekerja dengan tulus dan penuh semangat mengubah perilaku masyarakat Uluere menjadi lebih sehat,” terangnya.

Lanjut Idris, sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng satu tahun silam, visi dan misi Ilhamsah dalam membangun Bantaeng mulai ditata kelola dengan baik.

“Salah satu misi yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan sumber daya manusia, berjalan satu tahun masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng nampaknya misi tersebut mulai membuahkan hasil yang membanggakan dan juga tidakk lepas dari hubungan baik beliau dengan pemerintah desa dan semua lintas sektor,” tutur Idris.

“Kami ingin memberikan semangat dan dukungan kepada mereka dengan adanya reward ini,” kata Idris, kepada Japos.co, Jumat (4/10).

Idris menjelaskan, secara umum kriteria penilaian bagi tenaga kesehatan teladan berdasarkan kompetensi, kemampuan, inovasi, tes tulis, dan wawancara.

“Kami melihat juga mereka bagaimana berinteraksi bekerja sama, cara mereka berkomunikasi. Itu penting sekali bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, penghargaan tersebut dapat meningkatkan dan memotivasi para tenaga kesehatan di puskesmas bahwa profesi mereka sangat berarti.

“Kita ingin memiliki sumber daya manusia yang handal agar pelayanan kesehatan masyarakat berjalan optimal,” ucapnya.

“Harapan saya semoga dapat menjadi motivasi teman-teman tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik,” harapnya.(mudahri)

 

77 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!