PT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos Miko

Palangka Raya, JAPOS.CO – Pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Dwi Warna Karya (DWK), di Desa Jakatan Pari, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabuaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), diduga memproduksi CPO dioplos (dicampur)minyak kotor (miko) dari kolam limbah (Cooling Pond), tempat menampung Oil Losses dari Pabrik  CPO.

Dugaan tersebut terungkap baru-baru ini, setelah warga mengecek kolam limbah milik PT DWK itu, ternyata sangat minim  kandungan mikonya. Padahal Pabrik Minyak Kelapa Sawit  PT DWK itu, sudah lama produksi. Dan menurut informasi  yang diperoleh warga dari pihak menejemen sebelum  pengecekan, di kolam limbah tersebut memiliki kandungan miko sekitar 400 Ton.

Sebagaimana diketahui, miko  adalah limbah cair pabrik CPO yang ditampung dikolam instalasi pengolahan air limbah (IPAL), adalah limbah  yang sudah lama menumpuk dan membusuk sehingga memiliki kadar asam tinggi dan tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3). Sedangkan CPO pada umumnya digunakan untuk bahan baku memproduksi minyak goreng dan berbagai jenis makanan.

Kemudian dalam memanfaatkan Miko tersebut,  PT DWK  diduga tidak memiliki izin, dan  melanggar   Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dan Pabrik CPO PT DWK tersebut juga diduga tidak mengantongi Izin Industri dan Izin AMDAL. Karena limbahnya dibiarkan mengalir mencemari anak sungai dan Sungai Pari sehingga dikeluhkan warga setempat.

Terkait hal tersebut Japos.c0 telah melayangkan surat klarifikasi kepada pihak manajemen PT DWK. Namun hingga berita ini dirilis, surat tersebut tidak dijawab.(Mandau)

 

 

147 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!