BP2RD Bersama Dinkominfo dan Humas Muba Sosialisasikan Taat Pajak Melalui Sosmed

Muba, JAPOS.CO – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus gencar mengajak dan mensosialisikan agar Wajib Pajak (WP) untuk taat membayar pajak. 

Dalam kaitan sosialisasi pajak ini, pihak BPPRD Muba melibatkan Humas Pemkab Muba bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba untuk terlibat mensosialisasikan kewajiban membayar pajak bagi warga Muba. 

“Kerjasama BPPRD, Kominfo dan Humas Pemkab Muba dalam rangka sosialisasi melalui flyer di Sosial media (sosmed) sebagai wujud kerja antar OPD,” ujar Plt Kabag Humas Muba, Yettria SKM MSi.  

Kepala Dinas Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga AP menyebutkan, distribusi flyer yang di desain oleh Tim BP2RD bersama Dinkominfo dan Humas Muba tersebut dilakukan di sosmed. 

“Jadi upaya ini dilakukan agar semua kalangan bisa paham, sadar pajak dan taat pajak. Selain itu, kita juga aktif mensosialisasikan kegiatan patuh pajak ini di fasiitas yang ada di dinkominfo termasuk di vidio produksi tim kominfo dan humas Muba serta di Radiio Gema Randik 97. FM. Termasuk kita memberikan ruang dan waktu kepada BP2RD Talkshow di radio kita bersama ini, sehingga dialog interaktif dan dua arah berjalan dengan baik sebagai jembatan penghubung antara petugas pajak Muba dengan warga Muba. Tujuanya adalah mempermudah warga mengerti dan tau tata cara mekanisme serta prosedur pembayaran pajak daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah Muba yang akan dipergunakan kembali untuk pembangunan di Kabupaten Muba yang kita banggakan ini. Selain itu, program kerja ini sebagai kolaborasi yang baik antar OPD untuk kerja bersama dalam rangka meningkatkan PAD Muba,” tutur Sinulingga. 

Sementara itu, Kepala BPPRD Muba Riki Djunaidi AP MSi menyebutkan, dengan target pendapatan daerah tahun 2019 sebelum anggaran perubahan sebesar Rp. 3,37 triliun dengan realisasi sampai dengan 22 Juli 2019 mencapai Rp. 1,76 atau sebesar 52,17%. Dari sektor PAD target Rp. 287 miliar dengan realisasi Rp. 157 miliar atau sebesar 54.95%.  

“Target pendapatan ini tentunya akan terus kita tingkatkan pada perubahan R-APBD tahun 2019 maupun pada R-APBD tahun anggaran 2020,” tegasnya. 

Dikatakannya, untuk rincian realisasi PBB perdesaan dan perkotaan yaitu Kecamatan Babat Toman target Rp. 912 juta realisasi Rp. 497 juta atau sebesar 54,5%. Kecamatan Keluang target Rp. 1,067 miliar realisasi Rp. 519 miliar atau sebesar 48,7%. Kecamatan Lawang Wetan target Rp. 141 juta realisasi Rp. 41 juta atau sebesar 29,4%. Kecamatan Sanga Desa target Rp. 219 juta realisasi Rp. 59 juta atau sebesar 13,8%. Kecamatan Sungai Lilin target Rp. 1,743  miliar realisasi Rp. 461 juta atau sebesar 26,5%.  

Kemudian, Kecamatan Jirak Jaya target Rp. 118 juta realisasi Rp. 27 juta atau sebesar 23,1%. Kecamatan Sekayu target Rp. 1,702  miliar realisasi Rp. 371 juta atau sebesar 13,8%. Kecamatan Batanghari Leko target Rp. 441 juta realisasi Rp. 90 juta atau sebesar 20,6 %. Kecamatan Sungai Keruh target Rp. 199 juta realisasi Rp. 27 juta atau sebesar 13,8%. Kecamatan Bayung Lencir target Rp. 2,8 miliar realisasi Rp. 350 juta atau sebesar 12,2%.  

Selain itu, Kecamatan Plakat Tinggi target Rp. 456 juta realisasi Rp. 32 juta atau sebesar 7,1%. Kecamatan Babat Supat target Rp. 1,1 miliar realisasi Rp. 56 juta atau sebesar 5,1%.  

Kecamatan Lalan target Rp. 1,54 miliar realisasi Rp. 79 juta atau sebesar 5,1%. Kecamatan Tungkal Jaya target Rp. 2,3 miliar realisasi Rp. 81 juta atau sebesar 3,7% dan Kecamatan Lais target Rp. 631 juta realisasi Rp. 21 juta atau sebesar 3,5%.(Rama)

 265 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *