Bersumber Dari APBD Pembangunan Gedung Produksi Kab Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RAB

Dharmasraya, JAPOS.CO – Pekerjaan pembangunan gedung produksi Diskumperdag Kabupaten Dharmasraya diduga tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Pembangunan yang tengah berjalan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 6.299.500.000 bersumber dari APBD-DAK tahun 2019 dan dikerjakan oleh CV Maringgerang Anging Mandiri dengan masa pengerjaan terhitung tanggal 19 Juli 2019 sampai 30 Desember 2019.

Pembangunan gedung produksi dengan no SPK: 530/06-e TENDER/SPK/APBDDAK/DISKUMPERDAG/VII/2019 dengan konsultan pengawas CV Diastri Consultant.

Proyek pembangunan program pengembangan industri kecil dan menengah yang berlokasi di Jorong Bunga Tanjung Ke-Nagarian Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya ini, diduga bahan yang digunakan dalam pekerjaan tidak sesuai dengan RAB, pasalnya dalam pemasangan dinding bangunan digunakan holowbrik, sementara dalam RAB pemasangan dinding bangunan tersebut harus memakai batako.

Dari pantauan Japos.co di lapangan, holowbrik ini malahan dicetak di lokasi pengerjaan pembangunan gedung baru tersebut, dan bahkan di lokasi pembangunan tidak ada terlihat pengawas.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jalinas, pada Jumat (6/9) membenarkan bahwa di RAB memang pemasangan ba­tako bukan holowbrik. “Tapi kalau menurut saya, holowbrik itu kan bahagian dari batako juga, dan sama-sama batu cetak yang diaduk dengan semen. Cuma bedanya batako itu tidak berlobang kalau holowbrik kan berlobang, tapi di dalam DPA nya tidak ada larangan untuk pemasangan di dinding menggunakan holowbrik,” ujar Jalinas.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya Defrino Anwar yang dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait pengerjaan pembangunan gedung produksi yang tidak sesuai dengan RAB mengatakan bahwa dirinya akan segera mengecek ke lapangan.

“Apabila pekerjaan tersebut benar tidak mengacu pada spek, saya akan langsung berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Dharmasraya, pasalnya segala pekerjaan proyek pembangunan yang didanai dan dibiayai oleh pemerintah tentu kita butuh kualitas, kuantitas serta ketahanan dan bermanfaat nantinya bagi masyarakat,” sebutnya.

Defrino juga berharap kepada media dan LSM untuk lebih meningkatkan perannya sebagai kontrol sosial tentang pekerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Dharmasraya ini, agar nantinya terwujud pembangunan yang betul-betul bisa dirasakan manfaatnya. “Dan bagi pihak rekanan jasa kontruksi diharapkan agar bekerja dengan profesional dan jangan asal-asalan saja,” Defrino Anwar mengakhiri (Dms Mdya/Ap)

 

 558 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *