Rebut Simpati Dengan Koalisi, Haidar Siap Bertarung Di Pilkada Ketapang   

Ketapang, JAPOS.CO – Pentas panas bakal tersaji dalam perhelatan pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Ketapang tahun depan. Para penantang calon petahana Bupati, Martin Rantan diprediksi berasal dari beragam kalangan, diantaranya mantan birokrat, politisi aktif serta pengusaha.

Hal ini partai politik mengelar kegiatan deklarasi sekaligus membuka penjaringan calon kandidat Bupati dan Wakil Bupati. Setelah deklarasi yang dilakukan oleh partai Nasdem, selanjutnya empat partai politik yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bersatu mendeklarasikan diri sebagai gabungan partai politik yang mengusung kader-kader mereka. Keempat partai itu yakni, partai PPP, PKB, PKS dan Nasdem menyebut diri mereka sebagai Koalisi Rakyat Bersatu atau KRB.

Haidar Mubarrak, salah seorang kandidat mengatakan bahwa KRB ini adalah salah satu alternatif guna menjawab keinginan masyarakat pada kepemimpinan yang baru, pasalnya rakyat Ketapang ingin perubahan dalam tata kelola pembangunan, ekonomi, keagamaan dan sosial budaya serta kesejahteraan yang berkeadilan.

“Hal inilah yang mendorong saya untuk hadir dan akan mendaftar apabila penjaringan dari KRB ini dibuka, saya ingin mengabdikan diri demi Ketapang, tanah kelahiran saya, semata-mata demi pengabdian, ”ungkap Haidar Mubarrak salah satu kandidat yang sebelumnya juga telah mendaftar pada proses penjaringan di DPC PDI-P Kabupaten Ketapang.

Dijelaskan Haidar, Bupati dan Wakil Bupati adalah jabatan yang berasal dari proses politik, untuk itulah segala proses politik dirinya selalu siap mengikuti mekanisme internal setiap partai politik. Dirinya bertekad akan membangun komunikasi dengan seluruh partai politik yang ada di DPRD Ketapang.

“Walau saya bukan berasal dari salah satu partai politik, saya wajib mengikuti segala proses politik yang terjadi, sebab keinginan saya menjadi kepala daerah bukan karena ambisi pribadi untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan, tapi bentuk ijtihad atau pengabdian saya pada kampung halaman yang telah memberikan saya keberhasilan dalam dunia usaha, ” jelas Haidar.

Menanggapi prihal cost politik, secara gamblang, Haidar menegaskan bahwa dirinya sangat memahami segala konsekuensi proses politik, dan itu sudah dipersiapkannya sejak lama.

“insyaallah kita liat dinamika politik nanti, jika memang saya dipercaya oleh partai PDI-P atau KRB bahkan jika ada partai lainpun membuka pendaftaran dan mengusung saya, maka segala daya dan upaya saya kerahkan” kata pengusaha keturunan arab ini.

Sementara itu, Kho Susanti, anggota dewan provinsi dari partai Nasdem yang mendampingi Haidar Mubarrak menyatakan secara kesiapan, sosok Haidar Mubarrak diyakininya sangat siap, bahkan dirinya pun mengakui mengenal Haidar sudah sejak lama.

“Kami sudah sangat mengenal beliau, setiap hari raya, komunitas (tionghoa) kami pasti bersilaturrahmi ke kediaman beliau demikian pula sebaliknya, bahkan bukan haya pada hari raya saja, dalam keseharian pun sosok beliau ini sudah kami kenal, ” ungkap Kho Susanti anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat.

Kho Susanti berharap agar masyarakat cerdas dalam memilih, jika ingin perubahan tentukan pilihan secara benar pada pilkada nanti. Bagi politisi yang baru dilantik ini, partainya yaitu Nasdem telah membuka penjaringan kepala daerah dan wakil kepala daerah, salah satu tokoh yang coba didorongnya untuk ikut dalam proses itu dalah Haidar.

“Walau dipartai kami lebih memprioritaskan kader, tapi tetap membuka calon non kader selama persyaratan yang kami tentukan terpenuhi yakni, bukan koruptor, tidak terlibat narkoba atau kejahatan seksual pada anak-anak, intinya calon yang kami usung harus bersih dari segala hal-hal yang melanggar hukum, ” jelas politisi perempuan. (jahidin)

 

 

40 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!