Kejari Kapuas Diminta Transparan, Tak “Tebang Pilih”

Kuala Kapuas, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas, di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta  profesional,  transparan dan tidak tebang pilih dalam menindak kasus dugaan korupsi di daerah itu. Permintaan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Relawan Jokowi Kabupaten Kapuas, Suriyadi saat temui Japos.co, baru-baru ini.

Menurut Suriyadi mencontohkan dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek rumah potong unggas (RPU) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta Dana Hibah PWI Kapuas. Ia menilai pihak Kejari Kapuas tidak transparan, karena hingga saat kini kasus tersebut  tidak jelas, sejauh mana penganannya. Padahal dalam menangani kasus tersebut,  menurutnya pihak Kejari Kapuas sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Bahkan  terhadap kasus dugaan korupsi proyek  IPAL dan RPU  senilai Rp 3,4 Milyar, sudah melakukan penyelidikan sejak Juli 2018.

Kemudian, Suriyadi menambahkan dalam menangani kasus dugaan korupsi Plt. Camat Kapuas murung, pihak Kejari Kapuas terkesan tabang pilih. Karena dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Bina Sejahtera (Dadahup A7), Kecamatan Murung, Purwanti terkait pengelolaan Dana Desa (DD) tahap II anggaran tahun 2017, senilai Rp 146 juta, tidak diusut.

“Padahal bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang dibangun Tri Purwanti menggunakan dana tersebut senilai Rp 126 juta dan Menara Pantau Api senilai Rp 20 itu diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan harga bahannya berpotensi di mark up. Sehingga diduga kuat merugikan keuangan negara, ” jelasnya.

Karena berdasarkan pantauan pihaknya, lanjut Suryadi bangunan Polindes dan Menara Pantau Api tersebut hanya dibangun menggunakan bahan kayu non kelas yang biasa disebut kayu “warik”.  Dan dinding kalsiboard,  menggunakan tongkat kayu ulin yang panjangnya hanya 1,30 cm serta dikerjakan asal jadi.

Hal itu menurut suriyadi terlihat dari kacapuri yang hanya diletakkan begitu saja di permukaan tanah dan tongkat bangunan yang masuk ke tanah hanya kedalaman sekitar 20 cm.

Bahkan Suriyadi memprediksi bangunan polindes tersebut,  bertahan usianya paling lama 3 tahun.(Mandau)

 

 

 

 

817 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!