Kabid SMK Bukri Lecehkan Media

Jambi, JAPOS.CO – Dugaan setoran/jual beli jabatan terkait pengangkatan Kasubag TU SMA/SMK dan Kepala Sekolah se-Provinsi Jambi oleh oknum Kabid di lingkup Disdik Provinsi Jambi mencuat beberapa waktu lalu. Tiga orang yang disebut diduga terlibat dalamperkara itu Bukri Kabid SMK, Misriadi Kabid PKIK dan Harmoni Kasi Kurikulum dan Penilaian SMK.

Informasi yang berhasil dihimpun dari sumber Japos.co ada sejumlah Kasubag TU/ Kepala Sekolah yang sudah menyetorkan uang dengan jumlah yang bervariasi. “Data ada semua kita pegang,  cuma kami takut untuk membeberkan karena kami tidak mau terbawa dalam masalah ini.  Ada yang memberi 18 juta, dan ada juga memberi 23 juta sampai memberi 30 juta Semua ada nama orang dan jumlah uang setorannya tersebut kekabid SMK bukri “. Ada pula informasi yang menyebutkan uang setoran tersebut mengalir ke istana.

Meski banyak sorotan dan aksi belakang ini yang menuntut Gubernur Jambi mencopot Kabid SMK, Kabid PKIK, Kasi Kurikulum dan Penilaian SMK, dari jabatannya. Ketiganya hingga saat ini masih menempati jabatan tersebut dan tidak ada tindakkan dari orang nomor satu di Provinsi Jambi, (ada apa ini?) sampai saat ini Bukri kabid SMK masih menjabat dikantor disdik Provinsi Jambi.

Menanggapi hal tersebut Bukri, Kabid SMK, menyebut jika pemberitaan media saja yang terlalu liar.

“Pemberitaan media aja yang liar, kalau memang ada bukti silakan buktikan, ketemukan dengan saya orangnya,” katanya dengan nada menantang.

Bukri juga mengakui terkait pelantikan Kasubag TU SMA/SMK se- Provinsi Jambi beberapa waktu lalu yang dilarang diliput media dan terkesan tertutup.

“Saya mengakui bahwa saat itu security melapor kepada saya, ada media yang akan meliput acara pelantikan tersebut, Namun langsung karena acara sudah dimulai nanti selesai acara aja minta foto dengan petugas foto Disdik Provinsi dan wawancaranya,” kata Bukri, Rabu  (25/9)

Hal ini bertolak belakang dengan tugas dan fungsi jurnalis yang  memberikan pelayanan informasi kepada publik. Begitu juga pelayana publik yang dilakukan oleh ASN dan pejabat pemerintah yang harus terbuka dan transparan. Para junralis menilai tidak semestinya pejabat negara melarang tugas dan fungsi jurnalis.

Soal dugaan pungli ini juga menjadi sorotan para aktivis peduli Jambi. Setelah sebelumnya beberapa kali melakukan demo, hari ini Rabu (25/9) perwakilan  masyarakat ini juga menggelar aksi di Dinas pendidikan Provinsi Jambi.

Puluhan massa menyampaikan orasinya juga menuntut Kabid SMK Bukri dicopot dari jabatannya di priksa secara hukum yang berlaku di negara indonesia ini

Massa menilai indikasi pungli yang diduga dilakukan oleh Kabid SMK tersebut sudah terendus dan sangat menprihatinkan. Sehingga kata pendemo, soal ini harus segera dituntaskan pemerintah.

“Indikasi praktek pungutan liar dan setoran jual beli jabatan sangat memalukan serta mencoreng Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,” kata Amir Akbar, Korlap aksi kepada awak media.

Terkait praktek jual beli jabatan dan setoran yang melibatkan tiga oknum Kabid tersebut, kataAmir, diduga menjual nama Agus Herianto, Kadis Pendidikan Provinsi Jambi.

Bahkan, terkait setoran pengangkatan Kasubag TU SMA/SMK dan Kepala Sekolah oleh Kabid SMK Bukri, diduga ada pertemuan di salah satu hotel di kota Jambi. Informasi ini sendiri sudah diakui Kabid SMK, Bukri, meski iya menyebut tidak membahas persoalan setoran saat pertemuan tersebut.(rizal)

 

 547 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *