Kabid SMK Membantah Adanya Pungli

Jambi, JAPOS.CO – Puluhan orang yang tergabung dalam LSM Akram melakukan aksi demo di depan halaman kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rabu (25/9/2019).  

Korlap LSM Akram Amir Akbar menyampaikan bahwa diduga Kabid SMK Provinsi Jambi Bukri melakukan pungli dalam pelantikan kepala sekolah dan kepala tata usaha ditingkat SMA/SMK.  

“Adanya indikasi praktek pungutan liar yang dilakukan oleh Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Bukri dan Harmoni Kepala Seksi Kurikulum dan Misrialdi Kabid PKIK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dalam pelantikan kepala sekolah dan kepala tata usaha di tingkat sekolah SMA dan SMK di Provinsi Jambi sungguh sangat memalukan serta mencoreng Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,” ucap Amir.  

Aksi tersebut dilakukan dengan beberapa tuntutan diantaranya : 

  1. Stop praktek-praktek yang menghancurkan Dinas Pendidikan. 
  2. Stop dugaan setoran jadi kepala sekolah. 
  3. Stop dugaan pungli di sekolah. 
  4. Stop dugaan pemerkosaan terhadap Dana BOS. 
  5. Stop KKN di Dinas Provinsi Jambi. 
  6. Mendukung reformasi birokrasi di Dinas Pendidikan, mendukung Agus Herianto untuk menuntaskan pendidikan anak bangsa di Provinsi Jambi. 

Dalam kesempatan tersebut, usai melakukan aksi didepan halaman kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, beberapa utusan LSM Akram dipersilahkan masuk keruangan melakukan hearing atau berdialog bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kabid SMK Provinsi Jambi dan lainnya.  

Dalam wawancaranya, Kabid SMK Provinsi Jambi Bukri mengatakan dirinya sangat menyayangi dugaan pungli tersebut dan dirinya menepis dugaan itu.  

“Jadi kalau ada yang mengatakan isu pungutan atau permintaan uang segala macam kalau atas nama kami itu tidak pernah ada, cuman kalau oknum kita tidak tahu dilapangan. Tapi selama ini beredar potongan tujuh persen dari dana bos dan ada pembayaran Rp. 18 juta itu saya tegaskan tidak ada,” ujar Bukri kepada japos.co. 

Dirinya menegaskan jikalau dugaan pungli tersebut terbukti ada akan tetap kemeja hijau. “Kalau ada terbukti kita tetap kemeja hijau proses hukum kita jalankan, biar jelas dan adil kita bawa orangnya kesini temui kita, ” pungkas Bukri. (Rizal)

 347 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *